fbpx
Pemerintah Akan Kucurkan Bantuan Ke Petani Kedelai

Pemerintah Akan Kucurkan Bantuan Ke Petani Kedelai

Taliwang, KOBAR – Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) saat ini sedang mempersiapkan lahan sekitar 6 ribu hektar yang akan dipergunakan untuk penanaman kedelai, karena di tahun 2015 ini petani di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan mendapatkan kucuran dana bantuan program pemerintah pusat melalui Dirjen Tanaman Pangan pada Kementerian Pertanian khusus penanaman kedelai.

Kepala Dishutbuntan, Ir IGB Sumbawanto MSi menuturkan, program penanaman kedelai yang dilaksanakan pemerintah pusat telah direspon cepat dengan cara membangun komunikasi bersama para petani, mengingat program itu sendiri bersentuhan langsung dengan petani itu sendiri, bahkan bantuan yang bakal diberikan pemerintah pusat langsung melalui rekening petani itu sendiri.

Dibeberkan Sumbawanto, untuk menyukseskan program tersebut, pemerintah memberikan bantuan berupa benih dan obat-obatan kepada kelompok tani (poktan) yang ingin mengembangkan pertanian kedelai. “Kami sedang konsentrasi mempersiapkan lahan yang akan dipergunakan untuk penanaman kedelai, termasuk petani itu sendiri, karena program itu akan berhubungan langsung dengan petaninya, termasuk pemberian bantuan nantinya,” ucapnya.

Masih keterangan Sumbawanto, pada dasarnya tidak sulit untuk mempersiapkan lahan beserta petani kedelai, mengingat beberapa tahun silam, Bumi Pariri Lema Bariri termasuk produsen kedelai tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun beberapa tahun terakhir minim peminat, termasuk harga yang kurang bersaing, membuat para petani berhenti menanaman kedelai. “Permintaan pasar pada waktu itu tidak sebanding dengan jumlah produksi, sehingga berdampak pada rendahnya harga jual kedelai milik petani, tetapi dengan adanya program pemerintah pusat saat ini, termasuk ada jaminan harga, maka minat petani kembali muncul,” lanjutnya.

Dikatakan,  permintaan kedelai di pasaran sangat tinggi,  seperti di pulau Jawa dan Lombok, karena  kedelai diketahui merupakan bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe. Sementara produksi kedelai dalam daerah tergolong belum mampu mencukupi kebutuhan pasar, sehingga terpaksa kedelai didatangkan dari luar daerah, bahkan luar negeri.

Tingginya permintaan tersebut merupakan indikator sehingga pemerintah mempercayakan kepada daerah ini untuk mengembangkan kedelai, karena KSB merupakan salah satu daerah yang memiliki areal pertanian yang cukup luas. “Areal pertanian kita sangat luas, dan pengembangan kedelai ini sangat baik, terutama untuk memenuhi permintaan pasar lokal. Dan pengembangan kedelai ini bukan hanya pada lahan enam ribu hektar itu saja, melainkan akan terus ditambah setiap tahunnya,” pungkasnya. (kimt)

Don`t copy text!