fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Dikes Minta Masyarakat Waspadai Penyakit Pancaroba dengan Aktif Laksanakan PHBS

Taliwang, KOBAR – Dinas Kesehatan (Dikes) meminta masyarakat untuk aktif melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta proaktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), karena dalam sepekan terakhir hujan cukup sering, sehingga dibeberapa lokasi mulai terlihat genangan air yang menjadi pemicu munculnya penyakit di masa pancaroba seperti sekarang ini.

Penyakit yang sering muncul di musim pancaroba atau pergantian musim yang harus diantisipasi adalah, penyakit pencernaan, Infeksi Saluran Pernasapan (Ispa), Cikungunya, malaria, diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Beberapa penyakit itu bisa dilawan, jika masyarakat lebih serius memperhatikan lingkungan dan yang paling penting tetatp melaksanakan PHBS, PSN dan Menguras, Menutup dan Membersihkan tempat penampungan air (3M).

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dikes Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Ruslan Effendi Sap yang ditemui dalam ruang kerjanya selasa 18/11 kemarin mengatakan, langkah antisipatif telah dilakukan jauh hari sebelum hujan mulai turun, agar masyarakat bisa lebih paham bahwa harus dilakukan pencegahan sebelum muculnya biang penyakit tersebut, bahkan masing-masing puskesmas telah diminta untuk lebih sering terjun ketengah masyarakat, agar bisa terus mengingatkan, terlebih saat ini.

Langkah antisipasi terhadap penyakit sudah menjadi agenda rutin Dikes. Buktinya, sudah beberapa tahun terakhir ini tidak lagi ditemukan beberapa penyakit tersebut, meskipun ada yang meningkat dari tahun sebelumnya, tetapi tidak sampai ada kasus atau yang menjadi korban meninggal. “Semua penyakit yang biasa muncul dimusim penghujan itu sudah minim sampai dengan tahun sekarang,” lanjutnya.

Khusus malaria, Ruslan mengakui jika dalam beberapa waktu lalu ditemukan cukup banyak penderita, terutama di wilayah tempat aktifitas tambang tradisional, sehingga Dikes menggelar sosialisasi langsung, termasuk membagikan berbagai bantuan untuk mengantisipasi penyakit tersebut, baik itu pembagian kelambu maupun anti nyamuk. “Memang sempat ada peningkatan pasien malaria, tetapi tidak sampai  pada penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB),” terangnya.

Untuk DBD, Ruslan mengaku pernah mendapat informasi ada yang suspect sebanyak 4 orang, namun setelah diberikan penanganan serius, mereka bisa sembuh dan saat ini sudah sehat. Penyakit itu sendiri cukup rawan dibeberapa lokasi, sehingga diminta kepada masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah antisipatif.

Ispa juga dianggap cukup rawan, karena salah satu penyebab adalah kondisi tubuh, dimana terjadi tingkat kedinginan akan menjadi pemicu munculnya ispa, begitu juga dengan diare, karena masih ada masyarakat yang mengkonsumsi air yang belum dimasak, sementara penyebab pencernaan lebih pada cara saji dan masak terhadap masakan yang disantap. “Intinya, untuk mengantisipasi berbagai penyakit itu dibutuhkan peran langsung masyarakat itu sendiri,” tegasnya.

Ruslan berharap seluruh penyakit itu tidak terjadi di Bumi Pariri Lema Bariri ini. Bagi masyarakat yang mengalami gejala untuk segera mendatangi puskesmas atau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) atau dokter terdekat. (kimt)

Don`t copy text!