Kelangkaan Semen Sudah Sepekan

Kelangkaan Semen Sudah Sepekan

Taliwang, KOBAR – Dalam sepekan terakhir ini hampir tidak ada peredaran semen, bahkan seluruh toko tidak lagi memiliki stok. Semen yang sudah lama tidak terlihat adalah merk bosoa dan tiga roda, sementara untuk merk gresik dalam beberapa pekan terakhir masih terlihat, namun sekarang ini juga ikut langka.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Ir Lalu Muhammad Azhar MM yang dikonfirmasi media ini dalam ruang kerjanya rabu 12/11 kemarin mengakui adanya kelangkaan semen tersebut. Kelangkaan itu terjadi lantaran dalam beberapa pengiriman yang dilakukan pihak produsen tidak sampai di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Diingatkan Lalu Azhar, pengiriman semen untuk keperluan di daerah Bumi Pariri Lema Bariri melalui pelabuhan Badas. Ada dua kali pengiriman dalam pekan ini, namun semen itu tidak terkirim di KSB, karena langsung untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Sumbawa (KS). “Kelangkaan ini lebih disebabkan tidak adanya pendistribusian ke KSB, karena distributor menyerahkan seluruh semen kepada pengusaha di Sumbawa,” beber Lalu Azhar.

Informasi kelangkaan dan laporan bahwa dalam dua kali pengiriman tidak didistribusikan ke KSB telah disampaikan kepada pemerintah provinsi dan berharap bisa meminta pihak distributor untuk tidak mengalihkan jatah KSB. Salah satu opsi untuk menghindari tidak lagi hilang jatah KSB, dirinya telah mengajukan penawaran kalau pembongkaran semen untuk KSB tidak perlu melalui pelabuhan Badas, tetapi memanfaatkan Dermaga Benete.

“Saya sudah mendapat sinyal dari pemerintah provinsi, bahwa tawaran pembongkaran semen di Dermaga Benete telah disampaikan kepada pengusaha di Mataram. Kemungkinan dalam minggu ini sudah ada pengiriman tersebut. Rencananya, pengiriman akan dilakukan paling telat Jum’at. Jika terealisasi maka kebutuhan semen akan segera terpenuhi,” lanjutnya.

Lalu Azhar juga mengakui kalau beberapa waktu lalu telah melakukan inspeksi terkait dengan adanya penjualan semen yang cukup tinggi. Hasil konfrontil dengan pengusaha tersebut, jika mereka harus membeli sendiri ke Mataram untuk dijual di KSB, sehingga harga jual lebih tinggi dari biasanya. “Selama ini mereka (Penjual) hanya menerima pendistribusian, namun untuk memenuhi kebutuhan, mereka harus membeli sendiri, sehingga ada pengeluaran untuk transportasi, jadi wajar kalau harga jual lebih tinggi,” terang Lalu Azhar.

Pada kesempatan itu Lalu Azhar mengakui bahwa dari penjelasan pemerintah provinsi, terjadinya kelangkaan semen lebih disebabkan tersendatnya pendistribusian semen dari produsen, atau mungkin juga itu sengaja dilakukan menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Jika memang itu yang menjadi persoalan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. “Infonya seluruh NTB, pekan ini terjadi kelangkaan semen,” ungkapnya. (kimt)

Don`t copy text!