Komisi II DPRD KSB Mulai Lakukan Blusukan

Komisi II DPRD KSB Mulai Lakukan Blusukan

Taliwang, KOBAR – Keseriusan kerja yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang tergabung dalam komisi II patut diberikan apresiasi. Buktinya, seminggu kemarin intens menggelar pertemuan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menjadi mitra, kini dilanjutkan dengan melakukan blusukan di sejumlah titik pekerjaan pembangunan yang dilaporkan saat rapat kerja.

Komposisi komisi II DPRD KSB, ketua komisi, Aheruddin Sidik SE, ME, wakil ketua Hasanuddin ST, sekretaris Agusfian SE, anggota komisi, Masadi SE, Syamsuddin, Ahmad Sag dan Abidin Nasar SP terlihat hadir dalam rangkaian blusukan yang dilakukan setiap hari itu.

Ketua komisi II, Aheruddin Sidik SE, ME yang dikonfirmasi media ini mengatakan, saat rapat kerja, sejumlah SKPD yang menjadi mitra menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program, termasuk menyampaikan capaian atau progress atas program tersebut, sehingga komisi II bersepakat untuk meninjau langsung ke lapangan.

“Penjelasan dari SKPD sudah kami terima, tetapi pembuktian lapangan harus dilakukan, sehingga tidak ada kesan bahwa komisi II hanya menerima laporan, apalagi komisi II juga ingin mendapat keterangan langsung di lokasi, baik oleh pejabat tekhnis maupun masyarakat dan pemangkut kepentingan,” tegas politisi muda kecamatan Seteluk itu.

Aher juga mengaku bahwa sepekan ini akan melakukan kunjungan di seluruh kecamatan di Bumi Pariri Lema Bariri, karena harus memiliki data konkrit soal pembangunan yang menjadi kewenangan komisi II. “Kami harus kros cek langsung dengan mengajak SKPD terkait, karena akan dilakukan pembahasan langsung di lokasi, jika menemukan beberapa kendala nantinya,” lanjut politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Blusukan perdana dilakukan komisi II DPRD KSB pada Senin 13/10 dengan lokasi tujuan kecamatan BP3K kecamatan Maluk. Di lokasi itu komisi II bertemu dengan para penyuluh yang berada di kecamatan Maluk dan dari kecamatan Sekongkang. Hadir juga dalam kunjungan itu, kepala Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K).

Saat blusukan itu, ada beberapa aspirasi yang disampaikan para penyuluh untuk bisa ditindaklanjuti komisi II. Aspirasi itu sendiri adalah, kerjasama penanaman sisal dengan PT. Pulau Sumbawa Agro (PSA) perlu dikaji kembali secara komperehensif, gaji THL untuk 2 bulan diminta dapat dimasukan dalam APBD, lalu meminta penambahan kendaraan penyuluh, termasuk melaporkan bahwa kantor Balai Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) kecamatan Maluk belum rampung, sementara penyuluh dari kecamatan Sekongkang meminta untuk diperjuangkan pembangunan kantor BP3K kecamatan Sekongkang yang representatif.

Apa yang menjadi aspirasi langsung ditanggapi dan dijanjikan untuk diperjuangkan, anggota komisi II langsung mendatangi lokasi untuk mengecek progres pembangunan BP3K dan terlihat baru terealisasi kisaran 40 persen, sehingga meminta kepada penanggung jawab, termasuk BKP5K selaku leading sektor untuk memacu dan harus di akhir bulan ini sudah rampung.

Blusukan hari kedua di kecamatan Poto Tano, untuk meninjau beberapa bangunan yang dianggap belum berfungsi dengan baik Kunjungan dimulai di pabrik es yang sampai saat ini belum beroperasi, di lokasi itu ketua Komisi II langsung meminta kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) untuk menyikapi serius dan segera melakukan perbaikan bangunan dan mesin dengan anggaran yang telah disetujui melalui APBD 2014 sebesar Rp. 150 juta lebih.

Rombongan komisi II berlanjut menuju Rumah Potong Hewan (RPH), di tempat itu terlihat ada aktifitas yang cukup mengobati perasaan, karena laporan yang disampaikan pihak dinas dengan realisasi lapangan tidak berbeda, bahkan ada informasi intensitas aktifitas cukup tinggi di RPH.

Kunjungan berlanjut dengan mendatangi PT. Bumi Harapan Jaya (BHJ) selaku penanggung jawab pembudidayaan tambak udang di kecamatan Poto Tano. Rombongan awalnya diterima oleh pihak manager, lantaran tidak dipahami kunjungan tersebut, namun setelah disampaikan bahwa kunjungan itu untuk melakukan survey lapangan, pihak managemen langsung mempersiapkan ruang pertemuan dengan komisi II.

“Banyak hal yang ingin kami pertanyakan kepada PT. BHJ selaku pemilik pembudidayaan udang, jadi saya minta kita melaksanakan pertemuan dengan melibatkan juga pihak SKPD,” timpal Aher saat itu.

Apa hasil pertemuan Komisi II DPRD KSB dengan PT. BHJ akan termuat pada edisi berikutnya, termasuk blusukan lanjutannya. (kimt)

Don`t copy text!