fbpx
Berhasil, Budidaya Lele Sistem Tarpal Di Pondok Pesantren

Berhasil, Budidaya Lele Sistem Tarpal Di Pondok Pesantren

Taliwang, KOBAR – Budidaya ikan lele dengan sistem pemasangan tarpal atau tidak bersentuhan langsung dengan tanah merupakan salah satu program Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP). Realisasi program itu diperuntukkan bagi Pondok Pesantren yang tersebar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Program uji coba itu dianggap berhasil untuk segi animo, karena bukan hanya membuat para santri memiliki pengetahuan tentang cara membudidaya lele, tetapi juga memancing masyarakat sekitar pondok dan wali santri memiliki hasrat untuk melakukan budidaya tersebut, karena dianggap lebih mudah dan prospek menjanjikan.

Kabid perikanan budidaya dan pengolahan hasil perikanan pada DKPP KSB, Zainal Arifin SP yang ditemui dalam ruang kerjanya mengatakan, untuk mensukseskan program itu, DKPP selalu mengawasi dan siap hadir di lokasi jika ada permasalahan yang disampaikan para santri terkait dengan program budidaya tersebut, bahkan sudah mengajarkan kepada para santri tentang tata cara pemberian pakan, cara penggantian air, termasuk hal tekhnis untuk memacu pertumbuhan lele tersebut.

“Kami bukan hanya menyerahkan program atau fasilitas sebagai bentuk pembudidayaan ikan lele, karena kalau hanya menyerahkan program maka tidak yakin akan berhasil, apalagi santri yang kita berikan program belum paham dengan tata cara pembudidayaan lele, sehingga DKPP harus menyiapkan tenaga tekhnis yang akan membantu secara langsung untuk memberikan pelajaran kepada santri yang ditugaskan untuk menangani tambak tarpal lele tersebut,” lanjut Ipin sapaan akrabnya.

Masih keterangan Ipin, setiap pondok pesantren diberikan atau dibangun 8 petak pembibitan dengan jumlah bibit melebihi 13 ribu. Pada penyerahan awal bukan hanya fasilitas tambak pembibitan yang diserahkan, namun diberikan juga pakan yang dibutuhkan, jadi pihak santri hanya bertugas melakukan pengawasan dan pemantauan secara langsung, sebagai bentuk pembelajaran. “Yang kami serahkan termasuk tarpal, serot, paranet dan beberapa fasilitas pendukung lainnya,” aku Ipin.

Salah satu tujuan besar pemerintah sehingga memusatkan program budidaya lele di dalam areal pondok adalah, pemberian pelajaran tambahan bagi santri, agar mereka bisa melakukan kegiatan itu setelah pendidikan berakhir nantinya, apalagi untuk program budidaya lele tidak membutuhkan lahan yang besar dan biaya tinggi. “Kami berharap para santri bisa mandiri setelah pendidikan mereka selesai nantinya, termasuk bisa mengajak masyarakat sekitar untuk mau membudidaya lele,” terang Ipin.

Hal penting juga disampaikan Ipin, program itu sendiri akan memberikan nilai ekonomi bagi pondok pesantren itu, karena hasil dari budidaya itu bisa saja dijual, atau mungkin akan menjadi konsumsi sendiri.

Pondok pesantren yang mendapat program adalah, Pondok Pesantren Al-Manar Seloto, Pondok Pesantren Hikmatul Ummah Brang Rea, Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Pondok Pesantren Ad’dakwah Tapir Seteluk, Pondok Pesantren Jereweh. (kimt)

Don`t copy text!