fbpx
Pekerjaan RSUD Terus Dipacu

Pekerjaan RSUD Terus Dipacu

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat pelaksanaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Evaluasi yang dilakukan bukan sekedar pada kualitas pekerjaan, tetapi juga jumlah pekerja yang dipekerjakan juga akan menjadi bahan evaluasi, mengingat target pemerintah bahwa fasilitas publik itu harus bisa rampung pada Desember 2014 mendatang, karena awal tahun 2015 harus sudah bisa dioperasikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Amir ST yang dikonfirmasi mengatakan, jika melihat progress sampai saat ini semakin diyakini bisa selesai sesuai jadwal yang ditetapkan, atau mungkin lebih cepat dari target awal. “Pelaksana adalah PT. Brantas yaitu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ucap Amir.

Amir mengakui jika jumlah pekerja saat ini mencapai 300 orang, namun dirinya berharap kepada pihak pelaksana untuk menambah jumlah itu, sehingga pada tahap awal pekerjaan saat ini bisa lebih cepat peningkatan progressnya. “Saya sudah menyampaikan secara langsung kepada penanggung jawab lapangan proyek, agar menambah jumlah tenaga kerja dengan harapan progress pekerjaan lebih cepat,” lanjut Amir.

Disampaikan juga oleh Amir, dari laporan yang disampaikan pihak pelaksana lapangan, jika pekerja yang ada saat ini bukan hanya bersimpul pada pekerjaan bangunan, tetap ada pekerja tekhnis khusus jaringan listrik, termasuk jaringan Air Condisioner (AC). “Aktifitas di lokasi bisa dipantau langsung dan bisa memberikan pernyataan, apakah bisa selesai sesuai jadwal atau tidak,” timpal Amir.

Masih keterangan Amir, pembangunan yang akan dilakukan saat ini bukan seluruh item atau pembangunan pada bagian dua sisi, tetapi khusus untuk merampungkan pekerjaan yang sudah ada. “Anggaran yang disiapkan sekarang untuk melanjutkan pembangunan yang sudah ada, jadi tidak termasuk pada sisi kanan bangunan yang belum ada pondasinya,” terang Amir.

Apa saja pekerjaan yang akan diselesaikan. Menurut Amir lebih pada persiapan untuk pelayanan, dimana di lokasi itu harus rampung ruangan operasi, ruang perawatan sebanyak 30 kamar, termasuk jembatan penyebrangan juga menjadi bagian dari proyek tersebut. “Ruangan yang dianggap urgen atau yang lebih dibutuhkan terlebih dahulu yang akan dikerjakan, termasuk ruang administrasi,” timpalnya.

Amir juga memastikan kalau jembatan yang akan dibangun itu tidak akan menghadang arus lalu lintas, karena ketinggian jembatan kisaran 5 meter dari jalan, sementara ketinggian truk kisaran 4 meter. “Pasti jembatan yang dibangun tidak menghadang arus lalu lintas, jadi itu bukan masalah, karena kami sudah melakukan kajian lebih awal,” terangnya. (kimt)

Don`t copy text!