fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Anggaran Jembatan Penghubung Gedung RSUD Dialihkan

Taliwang, KOBAR – Seluruh item pekerjaan dalam lingkup Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sedang dalam proses pekerjaan, kecuali pembangunan jembatan penghubung antara gedung rawat jalan dengan gedung rawat inap, bahkan anggaran untuk pekerjaan itu sendiri telah dialihkan untuk pekerjaan lain dalam areal RSUD itu sendiri.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan RSUD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Karimuddin ST, yang dikonfirmasi media ini rabu 3/12 kemarin mengakui adanya addendum pekerjaan pembangunan jembatan yang melintas diatas ruas jalan negara tersebut, lantaran ada beberapa kendala tekhnis yang membuat pekerjaan itu tidak bisa dilaksanakan, bahkan pekerjaan bisa saja tidak rampung nantinya.

Kendala tekhnis itu sendiri adalah, belum dikantongi ijin pemanfaatan dari balai jalan dan yang penting juga adalah ijin dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), karena di lokasi itu ada 3 tiang milik PLN yang menghambat pekerjaan, sementara untuk melalui proses itu sendiri membutuhkan waktu minimal dua bulan, dan biaya pemindahan tiang listrik mencapai Rp. 274 juta, padahal anggaran untuk itu tidak tertuang dalam item pekerjaan.

“Proses untuk mendapatkan ijin saja tidak mudah dan cepat, sementara pekerjaan pembangunan RSUD harus rampung pada 30 Desember mendatang, sehingga saya mengajukan telaan staf kepada pimpinan daerah untuk memberikan persetujuan dilakukan addendum untuk pekerjaan yang juga sangat dibutuhkan dalam areal RSUD itu sendiri,” tegas Aim sapaan akrabnya.

Adenddum pekerjaan senilai Rp. 1,6 miliar itu disetujui dan telah diminta kepada rekanan untuk melaksanakannya. Pekerjaan addendumnya adalah, pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), pekerjaan dinding lift, pembangunan tangga dari lantai III menuju lantai IV dan pekerjaan pemasangan atap paling atas menggunakan spandek, sehingga nilai pekerjaan itu sama dengan nilai pekerjaan yang tidak dilaksanakan. “Pekerjaan baru pengganti pekerjaan pembangunan jembatan penghubung sudah mulai dikerjakan,” bebernya.

Sejauhmana progress pekerjaan pembangunan RSUD, Aim, mengaku saat ini sudah mencapai 75 persen atau sudah masuk kategori hampir rampung, karena pekerjaan akhir yang ditunggu lebih pada pengadaan alat yang dibutuhkan, seperti genset berkekuatan 300 Kpa dengan nilai persentase cukup tinggi. “Saat ini pihak perusahaan masih menunggu pengiriman mesin tersebut, karena mesin itu harus melalui pemesanan lebih awal dan informasinya dalam minggu mendatang sudah bisa diterima,” lanjutnya.

Diakui Aim, jika di lokasi masih terlihat ada plafon yang belum terpasang, lantaran masih menunggu finishing mecanikal elektrik. Pekerjaan itu sendiri harus menunggu mesin genset tersebut. “Pekerjaan pemasangan akhir plafon, pekerjaan pemasangan keramik dan granit serta pengecatan dinding bisa dilakukan dalam sepekan, apalagi saat ini dirinya sudah meminta perusahaan untuk menambah jumlah pekerja, sehingga finishing lebih cepat nantinya,” urainya.

Melihat percepatan pekerjaan yang dilakukan pihak perusahaan, ia merasa optimis bisa rampung pekerjaan sampai batas kontraknya dengan berharap dukungan semua pihak. (kimt)

Don`t copy text!