fbpx
Seluruh Pekerjaan Fisik PNPM-MPd Sudah Rampung

Seluruh Pekerjaan Fisik PNPM-MPd Sudah Rampung

Taliwang, KOBAR – Item pekerjaan fisik yang dibiayai melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) pada 4 kecamatan, masing-masing kecamatan Seteluk, Kecamatan Jereweh, Kecamatan Brang Rea dan Kecamatan Sekongkang sudah rampung 100 persen, tinggal menyelesaikan program Simpan Pinjam Perempuan (SP2), dimana saat ini pengembalian sudah mencapai 90 persen.

Penanggung Jawab Operasional Kabupaten (PJOKab) PNPM-MPd, Slamet Riadi Spi, MSi yang ditemui dalam ruang kerjanya senin, 1/9 kemarin memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan PNPM-MPd, apalagi hasil dari pekerjaan fisik sangat memuaskan, karena memang pekerjaan itu sistem swadaya masyarakat.

Dirinci oleh Meta sapaan akrabnya, program yang sudah rampung untuk kecamatan Seteluk adalah, pembangunan sarana dan prasarana umum, pembangunan gedung Taman Kanak-Kanak (TK) dan perbaikan drainase, sementara untuk kecamatan Jereweh meliputi pembangunan saluran irigasi dan pembangunan bak air bersih.

Untuk kecamatan Brang Rea yang berhasil dikerjakan adalah, pembuatan jalan dusun, perbaikan drainase, pemasangan bronjong dan pembangunan gedung TK, sedangkan khusus kecamatan sekongkang dikerjakan pembuatan jalan desa dengan pemasangan sirtu dan perbaikan jalur irigasi yang saat ini masih dalam proses pekerjaan, lantaran terlambat mulai, karena menunggu panen masyarakat.

Pada kesempatan itu Meta juga menjelaskan, jika penetapan item pekerjaan bukan menjadi kewenangan Satuan Kerja (Satker), tetapi murni kebutuhan masyarakat, karena sebelum penetapan program ada tahapan yang harus dilalui, sehingga yang dikerjakan itu benar-benar kebutuhan masyarakat.

Tahapan yang dimaksud adalah, Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) menggelar rapat yang dikenal dengan Musyawarah Antar Desa (MAD) untuk menghasilkan program yang akan dikerjakan dengan anggaran PNPM-MPd. Hasil dari pembahasan itu disampaikan kepada pemerintah kecamatan, agar bisa keluar Surat Penetapan Camat (SPC). “Tahapan sudah jelas dan kita tidak pernah mengintervensi apa yang menjadi program untuk dilaksanakan,” timpal Meta.

Diakui Meta jika alokasi awal dana PNPM-MPd untuk tahun 2014 sebesar Rp. 8,1 miliar lebih, namun ada keputusan baru pemerintah pusat, dimana dilakukan efisiensi anggaran, sehingga dana untuk PNPM-MPd terpangkas sebesar 11, 8 persen atau sekitar Rp. 822 juta lebih. “Ada beberapa program yang harus dipending pekerjaannya, lantaran terjadi pengurangan anggaran,” beber Meta.

Soal pemangkasan anggaran itu sendiri sudah disampaikan secara terbuka kepada pihak kecamatan selaku penerima program, bahkan sampai pada BKAD. Penyampaian dilakukan berbagai cara, termasuk oleh fasilitator tekhnis, agar tidak terjadi salah persepsi di tengah masyarakat. (Kimt)

Don`t copy text!