fbpx
Sopir Truk Ugal-ugalan, Material Proyek Tercecer di Jalanan

Sopir Truk Ugal-ugalan, Material Proyek Tercecer di Jalanan

“Dinas Perhubungan Janji Surati Pelaksana Proyek”

Taliwang, KOBAR – Persoalan kendaraan barang atau Truk yang membawa muatan berlebihan seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah setempat. Terutama kendaraan yang mengangkut material proyek. Selain merusak jalan raya, kendaraan itu juga bisa memicu kecelakaan lalu lintas.

“Kami selalu was-was ketika melintasi jalan yang dilalui kendaraan proyek. Soalnya, material proyek berceceran di jalan. Hampir seluruh badan jalan dipenuhi dengan tanah. Sopir Truk juga tidak pernah hati-hati. Biar kita jalan pelan-pelan, mereka tetap saja balap,” kata Yuni, salah seorang pengendara roda dua, kepada awak media ini, kemarin.

Kata dia, jalan menjadi licin dan berlumpur ketika hujan turun. Jika tak turun hujan, debu beterbangan ke sana kemari. Banyak sekali kendaraan proyek yang hilir mudik di jalanan kota Taliwang akhir-akhir ini.

“Kemungkinan tanah yang mereka muat untuk proyek jalan, dan pembangunan gedung di KTC,” ujarnya.

Anehnya, kejadian seperti ini sudah sering kali. Di setiap lokasi penggalian material tanah pasti keadaan jalan menjadi sembrawut. Para pemuat material sesukanya bekerja tanpa kontrol dari pihak manapun. Bahkan dari pihak Pemkab pun sepertinya tidak pernah menegur maupun meninjau lokasi tambang galian tanah.

“Pihak Pemda seharusnya turun tangan dengan persoalan seperti ini. Tetapi yang saya lihat selama ini mereka hanya tutup mata. Seakan-akan tidak mengetahui kondisi ini. Padahal kami masyarakat sangat dirugikan,” kesalnya.

Ia berharap agar pihak terkait memperhatikan kendaraan-kendaraan pemuat material tanah itu. Mereka jangan dibiarkan seenaknya mengangkut tanah sampai berjatuhan di jalan raya.

“Setidaknya harus ada peringatan bagi para sopir proyek itu. Kalau tidak ada yang kontrol, maka seenaknya saja mereka berbuat,” tandasnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), H Muslimin HMY, saat ditemui awak media ini, membenarkan kondisi tersebut. Pihaknya telah menegur pelaksana proyek berulang kali. Tapi dianggap seperti angin lalu.

“Betul apa yang disampaikan warga. Kami telah melayangkan teguran dan peringatan berkali-kali. Tapi selalu saja melanggar. Kami melalui bidang perhubungan darat tetap memantau aktifitas kendaraan proyek tersebut,” kata Muslimin.

Meski demikian, tentunya pemerintah tidak boleh patah semangat. Ia berjanji akan segera melayangkan surat kepada pelaksana proyek.

“Kami akan surati mereka. Jika tetap melanggar, akan kami tindak tegas, sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan,” pungkasnya. (kdon)

Don`t copy text!