fbpx Presiden Jokowi Tanam Padi dengan Alsintan Tanikaya

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Presiden-Jokowi-Tanam-Padi-dengan-Alsintan-Tanikaya-Rice-Transplanter-Riding-Mesin-Tanam-Padi-Berawak-TANIKAYA

Presiden Jokowi Tanam Padi dengan Alsintan Tanikaya

Jawa Timur, KOBARKSB.com – Presiden Jokowi dilaporkan menanam padi pada areal sawah milik petani Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dengan menggunakan mesin tanam padi berawak merek Tanikaya, produksi PT Tanikaya Multi Sarana.

“Mesin tanam seperti ini sudah digunakan para petani Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kemarin, saat menghadiri penanaman padi bersama petani, saya mencoba mengemudikannya langsung di sawah. Dengan mesin tanam, pengairan irigasi yang lancar dari Bendungan Tugu, saya berharap produktivitas petani Trenggalek semakin meningkat,” tutur Presiden Joko Widodo, Rabu, (1/12).

Presiden Jokowi Mengemudi Mesin Tanam Padi Berawak Merek Tanikaya

Sementara itu, Kepala Balai Besar Mekanisasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Prabowo, menjelaskan, bahwa alat mesin pertanian (Alsintan) berjenis rice transplanter riding atau mesin tanam padi berawak yang digunakan Presiden Jokowi di Kabupaten Trenggalek, merupakan Alsintan dengan kemampuan tanam hingga 3 hektar per hari. 

“Mesin itu sangat mudah digunakan dan efisien. Selama ini kami terus mengembangkan jenis-jenis alsintan yang membuat efisien proses bertani, lebih cepat, dan produktif. Sejak awal Mentan Syahrul meminta Litbang Kementan memacu pengembangan alsintan seperti yang digunakan bapak Presiden. Beberapa prototype mesin kami sempurnakan,” jelas Agung.

Presiden Jokowi Mengemudi Mesin Tanam Padi Berawak Merek Tanikaya

Mesin tanam padi tipe long mat, terangnya, berbasis mesin yang sama, namun memiliki karpet bibit padi terpasang lebih panjang. Bila metode dapog yang umum, kata Agung, maka setiap 200 meter harus re-feeding (memasang kembali) bibit padi. Sebaliknya, mesin ini mampu hingga kurang lebih 1500m² baru re-feeding bibitnya, dengan kecepatan Kerja 2,0 Km/jam dan kapasitas Kerja 0,36 Ha/jam atau 3 Jam/ha.

“Dengan kapasitas lebih besar, tentu ini mengefisiensikan waktu penanaman dan feeding bibit di lahan saat penanaman. Alsintan ini mampu menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan SDM pertanian di Indonesia,” tukas Agung.

Presiden Jokowi Tanam Padi dengan Alsintan Merek Tanikaya

Jenis lainnya, tambah Agung, adalah mesin tanam padi Jajar Legowo tipe riding dan robot tanam padi dengan sistem kendali jarak jauh (remote). Mesin ini, bebernya, telah mengaplikasikan Internet of Thing (IoT) melalui GPS, sehingga mampu bekerja secara mandiri.

“Kita ingin kelak makin lama banyak milenial yang tertarik bertani, dan alat-alat ini menjadi daya tarik regenerasi petani. Bertani lebih efisien, produksi meningkat dengan adaptasi teknologi. Menggarap sawah pun gak perlu berlama-lama,” tutup Kepala Balai Besar Mekanisasi Pertanian Kementan. (knda)

About Post Author

Don`t copy text!