fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Berseragam Kaos Merdeka Belajar, Nadiem Makarim Blusukan Keliling Sekolah di NTB - Nadiem Blusukan di NTB

Berseragam Kaos Merdeka Belajar, Nadiem Makarim Blusukan Keliling Sekolah di NTB

“Nadiem Numpang Nginap di Rumah Guru Honorer” 

Mataram, KOBAR – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, dilaporkan melakukan kunjungan kerja selama 2 hari ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selama 2 hari tersebut, ada beberapa hal menarik yang terpantau awak media yang dilakukan Nadiem Makarim di NTB.

Dimulai dari saat kedatangannya bersama rombongan di Bandara Internasional Lombok. Mendikbudristek dijemput Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, bersama Wakil Gubernur, Sitti Rohmi Djalilah. Kesan pertama yang diungkapkan Gubernur saat bertemu Nadiem adalah soal baju seragam yang dipakai.

Nadiem Dijemput Gubernur dan Wagub NTB di Bandara Lombok

“Bersama Bu Wagub menyambut Mas Menteri Pendidikan kita sore ini. Pejabat jaman now memang beda-beda. Mas Menteri seragamnya baju kaos doang,” tulis Gubernur di akun media sosial pribadinya, Rabu, (6/10).

Selanjutnya, dengan disopiri Gubernur NTB, Menristek melakukan blusukan ke beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Lombok, NTB. Salah satunya adalah Universitas Mataram (Unram). 

Nadiem Disopiri Zulkieflimansyah Blusukan Keliling Sekolah di NTB

Nadiem Makarim menggelar dialog dengan para mahasiswa dan dosen di NTB, yang berlangsung di halaman Auditorium M Yusuf Abubakar, Universitas Mataram, Kota Mataram, NTB.

Dalam pertemuan tersebut, Nadiem mengungkapkan, bahwa maksud kehadirannya di NTB adalah untuk mendengarkan unek-unek para dosen dan mahasiswa mengenai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Saya di sini sebenarnya bukan untuk bicara. Saya di sini untuk mendengar adik-adik, dan bapak ibu,” kata Nadiem.

Nadiem Makarim di Kampus Universitas Mataram (Unram), Kota Mataram, NTB

Selanjutnya, ia menjelaskan mengenai arah beberapa program MBKM, melalui 8 Indikator Kinerja Utama (IKU). Diantaranya; Pertama, lulusan perguruan tinggi mendapat pekerjaan yang layak. Kedua, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Ketiga, dosen berkegiatan di luar kampus. Keempat, praktisi mengajar di dalam kampus. Kelima, hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat. Keenam, program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia. Ketujuh, kelas yang kolaboratif dan partisipatif. Dan kedelapan, program studi berstandar internasional.

“Dalam program Kampus Merdeka terdapat berbagai bantuan bagi perguruan tinggi untuk mencapai 8 IKU perguruan tinggi. Karena biaya dan sistem regulasi menjadi faktor penghambat jalannya Kampus Merdeka. Karena itu Kemendikbudristek secara proaktif memberikan solusi,” terang Nadiem.

Nadiem Makarim Berdialog dengan Para Guru Penggerak dan Pengajar Praktik di NTB

Nadiem pun menjelaskan, bahwa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bertujuan membuat pengalaman belajar yang menyenangkan bagi mahasiswa dan dosen. Kemendikbudristek, katanya, berupaya menghadirkan simulasi dunia kerja bagi mahasiswa Kampus Merdeka.

“Kita ingin membuat pembelajaran di perguruan tinggi merupakan simulasi dunia nyata. Dosen seharusnya tidak hanya ceramah di depan kelas,” ujar Nadiem 

Dosen menurutnya, bisa membuat rekaman pembelajaran. Kemudian ketika masuk ke kelas, mahasiswa perlu diarahkan lebih banyak berdiskusi, kerja kelompok, mengasah presentasi dan berdebat.

Nadiem Datang Numpang Nginap di Rumah Guru Honorer Lombok Tengah

Mendikbudristek, kata Nadiem, mengapresiasi perguruan tinggi negeri dan swasta yang antusias mengimplementasikan program Kampus Merdeka. Meski selama ini dihadapkan dengan berbagai tantangan di masa pandemi Covid-19.

“Tentu saja kemerdekaan mahasiswa, itu berarti kerumitan bagi perguruan tinggi. Namun, kita perlu untuk terus mengupayakan perbaikan-perbaikan dalam sistem pendidikan tinggi dan kualitas lulusannya,” tutur Nadiem.

Nadiem Berbincang-bincang dengan Sukardi, Guru Honorer Tempat Ia Nginap

Selanjutnya, pada malam harinya, alih-alih Nadiem akan menginap di hotel mewah, justru ia memilih untuk menginap di rumah seorang guru honorer bernama Sukardi Malik, guru honorer di Desa Mujur, Lombok Tengah. Ia disiapkan kamar khusus oleh Sukardi sebagai tempat istirahatnya.

“Saya masih kaget dan deg-degan ini, karena bapak tiba-tiba datang berkunjung ke rumah saya,” ucap Sukardi Malik, saat bertemu Nadiem Makarim di rumahnya. (kdon)

Don`t copy text!