fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

LPG 3 Kg di Sumbawa Barat Sering Langka, Masyarakat Bingung Minta Tanggung Jawab Siapa - Penyalur Resmi LPG 3 Kg di Sumbawa Barat

LPG 3 Kg di Sumbawa Barat Sering Langka, Masyarakat Bingung Minta Tanggung Jawab Siapa

Taliwang, KOBAR – Semenjak kebijakan konversi minyak tanah (Mitan) ke gas LPG diberlakukan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), pasokan LPG 3 kg di pasaran sering langka dan kehabisan stok di tingkat pangkalan dan pengecer. Masyarakat pengguna LPG 3 kg, terutama ibu rumah tangga kelimpungan, karena selain LPG tidak ada lagi bahan bakar lain untuk memasak.

“Sering sekali setiap tabung gas kami habis, kami kesulitan untuk mendapatkan tabung gas 3 kg di pedagang. Bahkan tabung tersebut bisa tidak ada berhari-hari. Padahal untuk masak kami hanya mengandalkan kompor gas,” tutur Hadijah, Warga Taliwang, kepada awak media ini, Rabu, (15/9).

Hal seperti itu, jelasnya, telah berlangsung lama semenjak kebijakan konversi mitan ke gas LPG berlaku di KSB. Bahkan di pangkalan resmi pun sering kosong. Kondisi tersebut membuatnya bingung mau minta tanggung jawab siapa.

“Kami bingung pak mau cari ke mana dan minta tanggung jawab siapa. Bahkan saking pusingnya, kami sempat ke penyalur resminya di Kelurahan Bugis, juga kosong. Sampai kapan kondisi seperti ini berlangsung?,” ujarnya, dengan nada sedih.

Pangkalan LPG 3 Kg di Taliwang

Untuk memperjelas kondisi yang terjadi, awak media ini mendatangi salah satu penyalur resmi gas LPG 3 kg yang ada di KSB, yaitu, PT Riska Mitra Utama, yang beralamat di Jalan Sutan Syahrir Nomor 29, Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang. Untuk mempertanyakan soal pasokan LPG 3 kg di KSB.

“Kami di sini tidak jual eceran. Gas 3 kg kami pasok ke pangkalan di setiap kecamatan setiap hari. Hari ini ke Jereweh, coba bapak ke sana,” jawab seorang karyawan PT Riska Mitra Utama.

Sebelumnya, Kepala Diskoperindag melalui Kepala Bidang Perdagangan, Rahadian, menyatakan, bahwa Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 750-365 Tahun 2019, tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG tabung 3 kg. SK Gubernur tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Nomor 26 tahun 2009, tentang pendistribusian dan penyediaan LPG secara terpadu, transparan, akuntabel, kompetitif, dan adil.

Pangkalan LPG 3 Kg di Taliwang

“Sesuai dengan SK Gubernur tersebut, Diskoperindag KSB telah melakukan sosialisasi terkait perubahan HET LPG tabung 3 kg,” jelas Rahadian. 

Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang ada di Pulau Sumbawa, terangnya, berada di Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa, yang berjarak sekitar 150 km dari KSB. Sehingga HET yang berlaku di KSB adalah Rp 16.500.

Terkait distribusi tabung gas LPG 3 kg, tambahnya, hal itu telah diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2009, tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas, serta Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2011 dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 5 Tahun 2011, tentang pembinaan dan pengawasan pendistribusian tertutup Liquefied Petroleum Gas tertentu di daerah.

“Mengacu pada ketentuan perundang-undangan tersebut, jelas bahan bakar LPG kemasan 3 kg merupakan jenis bahan bakar bersubsidi. Jika ada hal yang bertolak belakang dari aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah tersebut, maka akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tandas Rahadian. (kdon)

Don`t copy text!