Waspadalah! Ada Potensi Gratifikasi di PMA dan PMDN

Menu

Mode Gelap

SUMBAWA BARAT · 13 Jan 2015

Waspadalah! Ada Potensi Gratifikasi di PMA dan PMDN


Waspadalah! Ada Potensi Gratifikasi di PMA dan PMDN Perbesar

Taliwang, KOBAR – Kawasan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi incaran bagi investor yang menggunakan Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) untuk berinvestasi. Minat itu harus direspon baik oleh pemerintah, agar terjadi percepatan pembangunan di Bumi Pariri Lema Bariri.

Lirikan para pemilik modal itu sendiri harus ada langkah antisipatif dari pimpinan daerah, karena investasi dengan PMA dan PMDN berpotensi terjadi gratifikasi dan money laundry (pencucian uang), termasuk kejahatan lain seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Kasus itu sendiri telah terjadi di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), bahkan Bupati telah ditetapkan sebagai tersangka dengan delik pemerasan terhadap investor.

“Saya berharap kepada pemerintah KSB untuk melakukan evaluasi internal pemerintahan terkait dengan terus maraknya permohonan untuk melakukan pengelolaan obyek wisata di KSB. Hal itu untuk memastikan bahwa tidak ada potensi terjadinya kejahatan yang merugikan negara, daerah dan masyarakat,” cetus sekretaris FIS Institute, Zulkarnain MPd, kepada media ini, kemarin.

Dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu mengaku positif thinking (berpikir positif) terkait dengan terus bermunculan perusahaan yang hendak mengelola potensi di KSB, tetapi tidak salah jika pemerintah juga melakukan kajian internal, baik itu keterlibatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), terlebih perusahaan yang mengajukan permohonan untuk melakukan investasi tersebut, agar KSB bukan menjadi obyek kejahatan nantinya.

Dibeberkan pemuda asal Fajar Karya kecamatan Brang Ene itu, peluang terjadi gratifikasi itu cukup terbuka, dimana hasil pemantauan yang dilakukan, beberapa perusahaan sangat getol untuk mendapatkan ijin pengelolaan lokasi, bahkan lebih awal melakukan pembebasan lahan, termasuk sudah mulai menggarap lahan tersebut, padahal pemerintah belum memberikan ijin, jadi ada kemungkinan perusahaan akan melakukan upaya lobi yang melanggar aturan dengan menyerahkan sesuatu kepada oknum pejabat yang diyakini bisa membantu meloloskan proses ijin.

Indikasi pencucian uang juga berpeluang, dimana tidak sedikit areal berpotensi milik masyarakat atau yang berada diareal obyek wisata telah dikuasai dengan modus nominee (penggunaan nama masyarakat untuk menguasai lahan) maupun dengan menggunakan nama orang luar. “Potensi kejahatan itu terbuka, tinggal peran penting pemerintah untuk mengeliminirnya, sehingga obyek wisata yang dimiliki daerah tidak disalahgunakan,” harapnya.

Zulkarnain merasa yakin bahwa peluang kejahatan itu tidak terjadi di KSB, tetapi kalau tidak dilakukan dengan evaluasi internal, dirinya khawatir, karena perusahaan yang hendak mengelola potensi wisata maupun potensi alam di Bumi Pariri Lema Bariri terlihat sangat serius untuk mendapatkan ijin, bahkan ada perusahaan yang telah mendapatkan ijin prinsip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pusat untuk jasa penambangan minyak bumi dan gas alam di kecamatan Maluk, sementara potensi itu sendiri tidak dimiliki.

“Pemerintah Daerah memiliki kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi untuk ijin pengelolaan lokasi. Lakukan evaluasi dan kajian secara komperehensif dan obyektif sebelum mengeluarkan rekomendasi dan hindari penerima atau permintaan yang tidak memiliki kekuatan hukum, sehingga investor benar-benar hendak mengelola potensi bukan untuk pencucian uang dan pejabat KSB terhindar dari gratifikasi,” tukasnya. (kimt)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 53
    Pegawai Lapangan Kerap Kebagian Plat Merah BekasTaliwang, KOBAR - Penggunaan fasilitas negara berupa Kendaraan Dinas (Randis) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) jadi sorotan, karena dinilai selama ini banyak pengguna kendaraan plat merah itu tidak tepat sasaran. Sejumlah pemakai kendaraan itu dipandang tidak tepat sebagaimana yang dihajatkan ketika akan diadakan. Hal ini tentu akan merugikan negara,…
  • 52
    KSB Mulai ABGJika diibaratkan usia manusia, maka usia Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hari ini, sama dengan usia Anak Baru Gede (ABG). Di usia yang ke-15, seorang anak pada fase ini sedang berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan status dewasa. Aneka cara dilakukan untuk bisa mendapatkan pengakuan sebagai manusia yang pantas dipercaya dan bisa…
  • 51
    Bupati KSB: Humas Pemerintah Mesti CekatanTaliwang, KOBAR - Hampir pada setiap pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) selalu memberikan teguran terhadap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), tidak terkecuali saat Rakor yang digelar kemarin, bahkan banyak sentilan untuk dijadikan pemacu semangat para pimpinan SKPD. Saat rakor itu juga disampaikan oleh orang nomor satu di…
  • 49
    Pilkades Serentak di KSB Terancam GagalTaliwang, KOBAR - Kendati Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 16 Desa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah ditetapkan Oktober 2016 mendatang, namun evaluasi Peraturan Daerah (Perda) Pilkades yang mengatur tentang pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian kepala desa hingga kini belum dituntaskan Biro Hukum Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB). Imbasnya, pelaksanaan Pilkades…
  • 49
    KSB Tetap Tolak Dumping Tailing Newmont di SenunuTaliwang - Pemkab Sumbawa Barat tetap konsisten melarang dumping tailing PT Newmont Nusa Tenggara di Teluk Senunu berdasarkan SK Bupati Nomor 148 A Tahun 2011. “Selama SK tersebut belum dicabut, maka SK itu sah dan berlaku bagi PT Newmont Nusa Tenggara. Sikap ini adalah penegasan terhadap penilaian beberapa kalangan yang menilai…
  • 49
    Piala Adipura Masih Jauh“Bupati Targetkan Adipura Tahun 2020” Taliwang, KOBAR - Hingga menjelang usianya yang ke 15 tahun, Piala Adipura yang 4 tahun silam pernah diidamkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum juga terwujud. Pada tahun 2017, Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, kembali menggaungkan hal itu. Dan Bupati telah memasang…
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H

1 Februari 2024 - 18:43

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H - Haedar Nashir - Ketua Umum PP Muhammadiyah

Bupati Beri Kesempatan 20 Orang Putra/i Sumbawa Barat Untuk Kuliah Gratis di Fakultas Kedokteran UNRAM

27 Januari 2024 - 18:21

Bupati Beri Kesempatan 20 Orang Putrai Sumbawa Barat Untuk Kuliah Gratis di Fakultas Kedokteran UNRAM - H W Musyafirin - Bupati Sumbawa Barat

AMMAN Gandeng NARASA Perkuat UMKM dan Pariwisata di Sumbawa Barat

25 Januari 2024 - 20:14

AMMAN Gandeng NARASA Perkuat UMKM dan Pariwisata di Sumbawa Barat - Amar Nurmansyah - Sekda KSB

Amman Mineral Buka 19 Lowongan Kerja Terbaru Untuk Tambang Emas Sumbawa Barat

10 Januari 2024 - 14:48

Amman Mineral Buka 19 Lowongan Kerja Terbaru Untuk Tambang Emas Sumbawa Barat - Loker Terkini Amman Mineral - Careers PT Amman Mineral Internasional Tbk

Universitas Cordova Siap Cetak Jurnalis Andal yang Bijak, Inovatif, dan Komunikatif

9 Januari 2024 - 16:43

Universitas Cordova Siap Cetak Jurnalis Andal yang Bijak, Inovatif, dan Komunikatif - Hardoni - Anggota PWI KSB - Pemred KOBARKSB.com

Tingkatkan Literasi Digital Guru, Dinas Dikbud KSB Terapkan Aplikasi Go Jamu Sumbar

27 Desember 2023 - 02:56

Tingkatkan Literasi Digital Guru, Dinas Dikbud KSB Terapkan Aplikasi Go Jamu Sumbar - Khusnarti - Kadis Dikbud KSB
Trending di PENDIDIKAN
Don`t copy text!