fbpx
Pria Muda Nikahi 2 Janda Sekaligus di Masa Darurat Covid-19

Pria Muda Nikahi 2 Janda Sekaligus di Masa Darurat Covid-19

Lombok Tengah, KOBAR – Kendati bukan yang pertama kalinya terjadi di Lombok, akan tetapi seorang pria menikahi 2 orang wanita sekaligus yang terjadi di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah ini, menggegerkan jagat maya, karena prosesi pernikahan diunggah ke media sosial dan terjadi di masa darurat Covid-19.

Video yang diunggah akun facebook doyok potret, kini telah viral dan dibagikan oleh 3,8 ribu netizen. Pengantin pria kemudian diketahui bernama Korik Akbar (20), warga Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Sedangkan pengantin wanita bernama Khusnul Hotimah (20), warga Desa Prabu dan Yun Nitanuri (21), warga Desa Rambitan.

Akad nikah dilaksanakan pada hari Senin, (26/7), di rumah pengantin pria dan disaksikan warga setempat sesuai adat istiadat. Kepada wartawan, Korik Akbar menyampaikan, bahwa dirinya tidak pernah berencana sebelumnya untuk menikahi 2 wanita sekaligus. Namun, apa yang terjadi, katanya, itu merupakan jodoh atau takdir dari Allah SWT.

Pria Muda Nikahi 2 Janda Sekaligus 1
Korik Akbar Ucapkan Ijab Kabul

“Tidak pernah ada rencana, tapi ini adalah jodoh,” kata Korik, sambil tersenyum didampingi kedua istrinya.

Kisah cinta mereka, tuturnya, berawal saat dia mengenal istrinya Yun pada tahun 2016. Kemudian ia ditinggal nikah dengan wanita lain, setelah bercerai dirinya kembali merajut cinta dengan Yun. Pada saat bersamaan dirinya juga berpacaran dengan istrinya Khusnul.

“Selama pacaran hanya lewat HP saja untuk bisa membagi waktu. Jarang malam mingguan,” ujarnya.

Setelah sama-sama merasa cinta, dirinya kemudian mengajak keduanya untuk menikah pada malam yang bersamaan, namun keduanya tidak tahu akan dipoligami. 

Pria Muda Nikahi 2 Janda Sekaligus 2
Korik Akbar dan Khusnul Hotimah

“Saya tidak kasih tahu. Setelah di rumah keduanya baru tahu mereka dimadu. Kita sama-sama pernah menikah, namun telah cerai,” beber Korik.

Sementara itu, Khusnul kepada wartawan, mengaku, bahwa saat dirinya dibawa lari untuk menikah, dia tidak tahu akan ada madunya. Namun, ia hanya bisa menerima jodohnya itu dengan baik.

“Namanya jodoh, saya akan jalani saja. Saya tahu setelah di rumahnya,” kata Khusnul, pasrah. (klar)

Don`t copy text!