fbpx
Amman Mineral Klaim Telah Ciptakan Warisan Terbaik di Tambang Batu Hijau

Amman Mineral Klaim Telah Ciptakan Warisan Terbaik di Tambang Batu Hijau

Maluk, KOBAR – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) sebagai pemegang Izin Usaha Penambangan Khusus (IUPK) Operasi Produksi Mineral Logam di Tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan, bahwa dalam melaksanakan proses penambangan tembaga dan emas dengan teknik penambangan terbuka (Open Pit), pihaknya selalu mengutamakan keselamatan dan perlindungan lingkungan.

“Berbagai inovasi yang kami lakukan merupakan komitmen kami untuk menyeimbangkan pengembangan performa operasional, tanpa melupakan aspek pelestarian lingkungan. Hal ini kami lakukan sebagai wujud dari visi baru kami untuk menciptakan warisan terbaik,” jelas Rachmat Makkasau, Presiden Direktur (Presdir) PTAMNT, di hadapan Menteri ESDM secara virtual, dalam 1st International Seminar on Mineral and Coal Technology (the 1st ISMCT) 2021, Rabu, (23/6). 

Sebagai salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, Presdir Amman Mineral, membagikan contoh inovasi yang dilakukan pihaknya di tambang Batu Hijau, sebagai strategi operasional pertambangan yang berkelanjutan, seperti, pengalihan air permukaan reklamasi yang membantu mengurangi beban energi pemompaan air asam tambang dari kolam penampungan.

“Pengalihan air permukaan reklamasi tersebut berkolerasi dengan penurunan emisi CO2. Selain itu, pengalihan air permukaan reklamasi ini juga dapat meningkatkan konservasi air, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dan biota sekitar daerah aliran sungai,” jelas Rachmat Makkasau.

Tak hanya itu, tambahnya, Amman Mineral juga menargetkan penggunaan teknologi panel surya dan bentuk energi terbarukan (renewable energy) lainnya, yang terus meningkat dari tahun ke tahun, serta berbagai inisiatif lain. 

Ia pun pada kesempatan ini, mengajak seluruh perusahaan tambang untuk terus mendokumentasikan inisiatif dan capaian dalam penurunan emisi CO2, yang kemudian dipublikasikan kepada masyarakat luas, sehingga dapat mendorong penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan, dan membangun citra positif bagi industri pertambangan.

“Dukungan berbagai pemangku kepentingan terhadap industri pertambangan sangat penting. Terlebih karena industri pertambangan memiliki kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia,” tandas Presdir Amman Mineral.

Sementara itu, Arifin Tasrif, Menteri ESDM, pada kesempatan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pengelolaan sektor mineral dan batubara yang berkelanjutan. 

“Pemerintah terus mendorong peningkatan kinerja lingkungan, seperti, efisiensi energi, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta pengelolaan limbah. Karenanya, seminar ini sangat bermanfaat sebagai ajang kolaborasi dan berbagi pengalaman diantara para ilmuwan, pemerintah, dan industri,” tegas Menteri ESDM. (kdon)

Don`t copy text!