fbpx
Amman Mineral Terus Didesak Ubah Roster Kerja Karyawan yang Dinilai Tidak Manusiawi

Amman Mineral Terus Didesak Ubah Roster Kerja Karyawan yang Dinilai Tidak Manusiawi

Maluk, KOBAR – Hingga saat ini, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) tetap tidak bergeming atas tuntutan sejumlah kalangan untuk segera merubah roster kerja karyawan 8/4, yang telah diberlakukan selama setahun lebih. Pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir, menjadi dalih utama Amman Mineral tetap bertahan pada skema roster kerja karyawan tersebut.

“Penerapan roster 8/4 ini dilakukan karena situasi darurat, namun bersifat sementara dalam masa pandemi Covid-19. Roster ini direncanakan untuk dijalankan 1 siklus atau 12 minggu. Implementasi roster ini kemudian akan dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan penyebaran Covid-19. Memang ini bukan pilihan yang mudah, dan kami memohon pengertian berbagai pihak. Perlu kami tegaskan bahwa sama sekali tidak ada maksud pengurangan karyawan di balik kebijakan penerapan roster baru ini,” jelas Wudi Raharjo, Kepala Teknik Tambang PTAMNT, kepada Bupati Sumbawa Barat, dalam pertemuan secara daring, Selasa, (30/6/2020).

Menanggapi penjelasan pihak Amman Mineral, Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, menyatakan, bahwa pemerintah memahami kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional, sambil tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Penerapan ini juga sudah sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 15 Tahun 2005 pasal 2 ayat 1 (b). 

“Dari simulasi berbagai roster, memang roster 8/4 inilah yang paling mungkin dilaksanakan. Namun Pemerintah juga berharap agar perusahaan tetap memberikan insentif tambahan sebesar Rp 1 juta bagi karyawan yang terdampak perubahan roster ini agar mereka tetap termotivasi,” kata Bupati Sumbawa Barat.

Sementara itu, dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan massa GERAM KSB di depan gate PTAMNT, Rabu, (4/8), menuntut agar roster 8/4 tersebut segera dihentikan. Dampaknya secara ekonomi dan sosial tak bisa dibendung lagi. Menurut mereka, perekonomian dan hak kebebasan karyawan telah direduksi, dan ruang interaksi sosial karyawan juga dibatasi, bahkan telah berimbas terhadap hubungan rumah tangga karyawan, serta berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak-anak karyawan.

“Keputusan kami untuk turun ke jalan adalah upaya terakhir yang kami ambil, karena adanya semacam kebuntuan kran aspirasi. Alasan penanggulangan rantai penularan Covid-19 memang sangat seksi untuk dimainkan sebagai isu global. Sekiranya dapat digunakan untuk menutupi kelemahan selama ini, dalam upaya melakukan perbudakan secara sistematis dan pemiskinan secara struktural,” seru Firman Jawas, Ketua GERAM KSB, dalam orasinya.

Di lain pihak, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), baru-baru ini, dilaporkan telah menggelar pertemuan dengan pihak Amman Mineral. Pada pertemuan tersebut, pemerintah menyampaikan usulan perubahan roster kerja karyawan PTAMNT dari 8/4 menjadi 2 opsi pilihan, yaitu, 6 minggu kerja dan 3 minggu libur kerja (6/3), dan 4 minggu kerja dan 2 minggu libur kerja (4/2).

“Roster kerja itu kami minta dirombak, setelah seluruh karyawan telah mendapatkan vaksin Covid-19 tahap kedua,” tandas H Muslimin, Kepala Disnakertrans KSB.

Untuk diketahui, roster kerja 8/4 adalah 8 minggu bekerja, 2 minggu cuti lapangan, dan 2 minggu isolasi mandiri di fasilitas yang telah disediakan perusahaan. Roster kerja tersebut diberlakukan Amman Mineral semenjak bulan Juli tahun 2020. (kdon)

Don`t copy text!