fbpx
Sumbawa Barat Diguncang Gempa Beruntun, BMKG Minta Masyarakat Waspada Gempa Susulan

Sumbawa Barat Diguncang Gempa Beruntun, BMKG Minta Masyarakat Waspada Gempa Susulan

Taliwang, KOBAR – Gempa Bumi beruntun dilaporkan terjadi di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Yang pertama berkekuatan Magnitudo 4,4, terjadi pada pukul 11:30:40 WITA, Jum’at, (16/4), dengan lokasi 10.14 LS,117.10 BT (156 km Tenggara Sumbawa Barat, NTB), dengan kedalaman 10 km. Tak berselang lama, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kembali mendeteksi gempa bumi dengan Magnitudo 5,4, terjadi di Sumbawa Barat, pada pukul 11.42.05 WITA.

“Hari Jum’at, 16 April 2021, pukul 11.42.05 WITA, wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara, diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo  M=5,4. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 10,51 LS dan 116,96 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 195 km arah tenggara, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, pada kedalaman 21 km,” jelas Ardhianto Septiadhi, Kepala Stasiun Geofisika Mataram, dalam siaran persnya, Jum’at, (16/4).

Gempa Sumbawa Barat 1 M 44
Gempa Magnitudo 4,4

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, lanjutnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault ). 

“Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Sumbawa III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Mataram dan Denpasar II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” bebernya.

Gempa Sumbawa Barat 2 M 54
Gempa Magnitudo 5,4

Hingga hari Jum’at, 16 April 2021, pukul 12.05 WITA, katanya, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Kendati demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” demikian Kepala Stasiun Geofisika Mataram. (kdon)

Don`t copy text!