fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Siswa Kelas 5 SDN 2 Seteluk

Belajar di Lapangan Lebih Baik Daripada Hanya Duduk Belajar di Ruang Kelas

Seteluk, KOBAR – Kualitas proses belajar mengajar di sekolah tidak hanya tergantung pada sarana dan prasarana pendidikan yang ada. Tetapi kepiawaian guru dalam mengelola pembelajaran sangat mempengaruhi keberhasilan sebuah pendidikan. Hal ini yang menjadi perhatian serius para guru di SDN 2 Seteluk, Sumbawa Barat, NTB.

Mengajak anak murid untuk belajar di lapangan, lebih dominan dilakukan oleh para guru di Sekolah Dasar “Samaras” ini, daripada hanya mengajar mereka di ruang kelas saja. 

Siswa Kelas 5 SDN 2 Seteluk melakukan observasi ke kandang sapi di sekitar sekolah.

“Karena materinya pengumpulan dan penyajian data. Anak-anak kami minta untuk mengambil data primer langsung ke lapangan. Ada yang menghitung jumlah kendaraan yang lewat di sebuah jalan, jumlah dan jenis ternak di sekitar rumahnya, jumlah pemain dan jenis olahraga di sebuah lapangan, dan lain-lain,” tutur Wahyu Firmansyah, salah seorang Guru SDN 2 Seteluk, Senin, (5/4).

Para siswa, kata Wahyu, dibiasakan untuk belajar dari sebuah masalah yang ada di sekitar mereka, untuk kemudian didiskusikan bersama, untuk dicarikan solusinya.

Data hasil observasi di lapangan didiskusikan di ruang kelas.

“Contoh kasus, berangkat dari masalah di lingkungan sekolah kami yang  berdekatan dengan kandang sapi. Setelah anak-anak melakukan observasi, selanjutnya pihak sekolah mengirim surat kepada Dinas Pertanian untuk membantu anak-anak belajar. Dan pihak dinas datang untuk mengajarkan anak-anak kelas 5B tentang cara membuat pupuk organik untuk usaha pelestarian lingkungan. Hal itu, seperti materi Kelas V Tema 8,” jelasnya.

Selanjutnya, terang Wahyu, pihak sekolah akan bersurat kepada Dinas Koperindag untuk sudi kiranya mengajarkan anak muridnya, tentang cara mengemas dan memasarkan pupuk yang telah dibuat.

Penyuluh Pertanian mengajar para siswa SDN 2 Seteluk cara membuat pupuk organik.

“Dari sini, mereka belajar dari sebuah peristiwa atau keadaan. Kemudian disajikan menjadi sebuah data. Data tersebut akan menghasilkan informasi, dan setiap informasi menghasilkan keputusan. Tapi ini hanya penelitian sederhana oleh anak SD kelas 5 untuk menghadapi era big data nanti. Dimana, triliunan kejadian diolah oleh AI machine learning menjadi sebuah data, yang ditarik untuk menghasilkan sebuah keputusan yang presisi dan ilmiah,” demikian Wahyu Firmansyah. (kdon)

Don`t copy text!