KSB Darurat Tenaga Pendidik! Setahun 168 Guru SD dan SMP ‘Lenyap’ dari Ruang Kelas

KSB Darurat Tenaga Pendidik! Setahun 168 Guru SD dan SMP 'Lenyap' dari Ruang Kelas

Taliwang, KOBARKSB.com – Di tengah gempita perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, sebuah fakta pahit justru terungkap dari data resmi pemerintah. Dokumen Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Kabupaten Sumbawa Barat Dalam Angka 2026 memberikan sinyal darurat bagi dunia pendidikan di Bumi Pariri Lema Bariri. Bukannya menunjukkan penguatan, indikator utama pendidikan di KSB justru merosot tajam, ditandai dengan hilangnya ratusan tenaga pendidik dan menurunnya angka partisipasi sekolah dalam kurun waktu hanya satu tahun.

Fenomena yang paling menyita perhatian adalah penyusutan jumlah guru yang sangat masif di jenjang pendidikan dasar. Berdasarkan kompilasi data BPS, Kabupaten Sumbawa Barat kehilangan total 168 guru pada tingkat SD dan SMP. Secara rinci, jumlah guru Sekolah Dasar (SD) menyusut dari 1.243 pengajar pada tahun ajaran 2024/2025 menjadi hanya 1.145 pengajar pada 2025/2026. Kondisi serupa terjadi di jenjang SMP, di mana jumlah guru terjun bebas dari 736 orang menjadi 666 orang. Hal ini menjadi anomali besar karena di saat jumlah guru SMP berkurang sebanyak 70 orang, jumlah gedung sekolah SMP di KSB justru bertambah dari 41 menjadi 45 unit.

Menanggapi anomali tersebut, pengamat kebijakan publik KSB, Herianto, S.Pd., Sabtu (2/5), menyampaikan kritik pedasnya saat dihubungi oleh kobarksb.com. Ia menilai bahwa pemerintah daerah terlalu sibuk membangun cangkang fisik namun abai dalam mengisi substansi pendidikan, yakni tenaga pengajarnya. Menurut Herianto, data ini adalah bukti nyata bahwa jargon “Pendidikan Bermutu” dalam tema Hardiknas tahun ini telah ternoda. Ia mempertanyakan bagaimana kualitas pendidikan bisa dijamin jika pasukan di garis depan, yaitu para guru, justru “lenyap” sebanyak 168 orang dalam setahun, padahal anggaran daerah dari sektor tambang terus mengalir deras.

Pukul Bedug 3 Kali, Camat Nurdin Buka STQ Ke-18 Kecamatan Brang Ene

“Statistik ini adalah tamparan keras tepat di wajah pemerintah daerah di hari pendidikan ini. Kita dipertontonkan sebuah ironi di mana gedung sekolah ditambah, tapi gurunya malah berkurang drastis. Membangun semen dan bata itu mudah, tapi memelihara dan memastikan jumlah guru yang cukup di dalam kelas adalah inti dari pendidikan bermutu. Jika 168 guru ini hilang tanpa penjelasan yang transparan, maka Hardiknas 2026 di KSB hanya akan menjadi panggung seremoni yang hampa makna bagi anak-anak di pelosok,” tegas Herianto dengan nada tinggi.

Dampak dari defisit tenaga pendidik ini pun mulai terlihat pada penurunan daya serap sekolah terhadap anak usia dini. Data BPS mengungkap bahwa Angka Partisipasi Murni (APM) di KSB mengalami tren melandai. APM untuk tingkat SMP/MTs melosor dari 87,60 persen menjadi 85,85 persen, sementara APM SD/MI juga terkoreksi turun menjadi 97,36 persen. Penurunan angka-angka ini menjadi indikator kuat bahwa semakin banyak anak usia sekolah di KSB yang tidak mengenyam pendidikan atau justru putus sekolah di tengah jalan.

Aktivis pendidikan lokal, Latifa, turut menyatakan keprihatinannya terhadap kemerosotan angka partisipasi tersebut. Ia menilai tema Hardiknas tentang “Partisipasi Semesta” menjadi sangat kontras dengan realitas anak-anak KSB yang kini justru semakin banyak “tercecer” dari sistem persekolahan. Latifa menegaskan bahwa peningkatan angka anak tidak sekolah adalah kegagalan moral bagi sebuah daerah yang menyandang status sebagai salah satu kabupaten terkaya di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh menutup mata atas fakta bahwa celah partisipasi anak usia SMP kini sudah menyentuh angka 14 persen lebih yang tidak berada di ruang kelas.

Merawat Warisan Leluhur, Festival Muharram 1448 H di Desa Goa Hidupkan Kembali Tradisi Melala

Kesenjangan akses pendidikan di KSB pun kian diperburuk dengan sentralisasi fasilitas yang masih “Taliwang-Sentris”. Hingga tahun 2025, perguruan tinggi hanya tersedia di pusat kabupaten, sementara kecamatan strategis lainnya seperti wilayah lingkar tambang Sekongkang dan Maluk tetap nol fasilitas pendidikan tinggi. Kondisi ini memaksa jumlah mahasiswa asal KSB terus berkurang dari 1.358 orang menjadi 1.338 orang. Latifa menilai bahwa janji “Pendidikan untuk Semua” sulit terwujud selama pendidikan tinggi masih menjadi barang mewah yang hanya mudah dijangkau oleh warga pusat kota, sementara anak-anak desa terbebani oleh jarak dan biaya hidup yang mencekik.

Kini, bola panas berada di tangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB untuk menjelaskan kepada publik mengenai rapor merah pendidikan ini. Masyarakat menuntut evaluasi kebijakan yang radikal, bukan sekadar jawaban retoris di atas podium Hardiknas. Jika masalah hilangnya ratusan guru dan menurunnya partisipasi sekolah ini terus dibiarkan tanpa langkah konkret, maka masa depan generasi emas KSB dipastikan akan terancam oleh kebijakan yang lebih mementingkan pencitraan daripada kualitas pendidikan yang nyata di dalam ruang kelas. (krij)

About The Author

Trending

  • 91
    Gercep! Wabup Hanipah Tembus Lokasi Banjir KSB, Minta Dinas Perbaiki Sekolah yang Ambruk SecepatnyaTaliwang, KOBARKSB.com - Curah hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Merespons bencana tersebut, Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah, bergerak cepat (gercep) turun langsung meninjau lokasi terdampak, Rabu (25/02/2026). Dalam peninjauannya, Wabup didampingi kekuatan penuh dari jajaran Pemerintah Daerah, meliputi…
  • 88
    Membangun Imunitas Digital di Sumbawa Barat dari Ruang Keluarga hingga Kebijakan PublikOleh: Syuaib Ahkam Transformasi digital sering dirayakan sebagai simbol kemajuan, tetapi jarang disadari sebagai arena baru kerentanan sosial. Di balik layar gawai yang menyala di ruang keluarga dan di balik koneksi internet yang menghubungkan ruang kelas ke dunia global, tersembunyi risiko yang tidak kasatmata: manipulasi informasi, eksploitasi data pribadi, hingga…
  • 86
    Tingkatkan Literasi Digital Guru, Dinas Dikbud KSB Terapkan Aplikasi Go Jamu SumbarTaliwang, KOBARKSB.com - Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, secara resmi telah mengesahkan penggunaan aplikasi berbasis digital Guru Alo Jango Murid Sumbawa Barat (Go Jamu Sumbar), yang saat ini tengah dikembangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk peningkatan budaya literasi digital para guru di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). “Alhamdulillah, sebagai…
  • 86
    Setahun Amar-Nani: Bupatinya Berlari Kencang, Mesin Birokrasinya Masih MerangkakLima hari lalu, 20 Februari 2026, genap 365 hari H. Amar Nurmansyah dan Hj. Hanipah (Nani) memegang tampuk kuasa di Graha Fitrah. Setahun adalah waktu yang cukup bagi publik Sumbawa Barat untuk menakar: apakah kapal besar bernama "KSB Maju" ini sedang berlayar ke arah yang benar, atau justru tersendat karena…
  • 86
    5 Dinas di KTC Lumpuh Tanpa Listrik Sebulan, Warga Desa Banjar Terus Menerus Diteror Jalan Gelap GulitaTaliwang, KOBARKSB.com - Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) seolah tengah darurat krisis pelayanan publik dan fasilitas penerangan. Di saat warga dibiarkan bertaruh nyawa melintasi jalan raya yang gelap pekat, operasional pemerintahan di pusat kota justru ikut lumpuh akibat pemadaman listrik yang dibiarkan berlarut hingga sebulan lamanya. Keluhan paling mendesak saat ini…
  • 85
    Sampah Masih Jadi Persoalan Pelik di Sumbawa Barat"Armada Sampah Suka Molor, Pinggir Jalan Sampah Berserakan" Taliwang, KOBARKSB.com - Kendati konon telah dinobatkan sebagai Kabupaten/Kota terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam urusan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Bahkan kabarnya dalam waktu dekat, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan dapat rekor MURI terkait hal itu. Akan tetapi, persoalan…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×