fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Kurir Narkoba Suami Istri

Kurir Narkoba Suami Istri dari Kota Batam Ditangkap BNN di Bandara Lombok

“Narkotika Jenis Sabu Disembunyikan di Dubur”

Mataram, KOBAR – Dengan modus menyembunyikan beberapa roket yang berisi narkotika jenis sabu di area kemaluan dan dubur. 2 orang pelaku yang merupakan pasangan suami istri dari Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Bandara Internasional Lombok.

“Modus pengiriman narkotika jenis sabu yang dibungkus dan disembunyikan di dalam tubuh melalui dubur, kini menjadi tren dilakukan para pelaku kurir narkoba. BNN kembali menangkapnya pada hari Kamis, 11 Februari 2021, pukul 15.40 WITA, berlokasi di terminal kedatangan domestik Bandar Udara Internasional Lombok. Pelaku merupakan pasangan suami istri, penumpang penerbangan domestik dari Kota Padang tujuan Lombok, yang transit di Jakarta,” tutur Brigjen Pol Drs Gde Sugianyar SH MSi, Kepala BNNP NTB, dalam siaran pers, Rabu, (17/2).

Kepala BNN Provinsi NTB saat konferensi pers

Pelaku berinisial P dan MM, dengan alamat sesuai KTP, merupakan warga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Keduanya, jelasnya, merupakan kurir atau perantara. Hasil pemeriksaan urine terhadap pelaku, mereka positif menggunakan narkoba dengan alasan meminimalisir rasa takut dalam bekerja sebagai kurir.

“Total netto sabu yang diamankan sebagai barang bukti seberat 387,9 gram. Bila dirupiahkan mencapai Rp 775,9 juta. Dan jika diasumsikan barang bukti tersebut dikonsumsi oleh 12 orang (coba pakai), maka pengungkapan kasus tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 4.655 jiwa anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba,” terang Sugianyar.

Pelaku, katanya, melanggar pasal 114 ayat (2), atau pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati. Minimal hukuman 5 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 10 miliar, minimal Rp 1 miliar. Saat ini pelaku dan barang bukti berada di kantor BNNP NTB.

“Untuk menekan peredaran narkoba di NTB, kita akan terus meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan aparat penegak hukum di NTB, terutama Kalapas, dalam rangka mewujudkan Lapas Bersinar, Bersih Narkoba. Serta program rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial di Lapas,” demikian Kepala BNNP NTB. (klar)

Don`t copy text!