fbpx
Arab Saudi Tutup Pintu Bagi Warga Negara Indonesia

Arab Saudi Tutup Pintu Bagi Warga Negara Indonesia

Riyadh, KOBAR – Harapan untuk umrah dan haji tahun ini bagi umat Islam Indonesia bakal pupus. Kerajaan Arab Saudi dilaporkan telah menutup pintu bagi 20 negara, termasuk diantaranya Republik Indonesia. Larangan ini berlaku mulai hari Rabu, tanggal 3 Februari 2021, hingga waktu yang belum ditentukan.

Raja Arab Saudi kembali menutup akses masuk ke negaranya, untuk menghindari penularan Covid-19 yang cenderung meningkat tajam. Padahal sebelumnya, Arab Saudi telah mengumumkan suksesnya penanganan Covid-19 di negaranya, dan menjadi negara keempat yang paling aman dikunjungi di masa pandemi. Namun, munculnya peningkatan kasus membuat Arab Saudi melakukan pengetatan kembali. 

Larangan ini juga berlaku bagi wisatawan yang transit melalui negara-negara yang disebutkan di atas, dalam waktu 14 hari sebelum perjalanan yang direncanakan ke Arab Saudi. Meski larangan masuk sementara, Arab Saudi tidak menjelaskan kapan larangan ini akan dicabut.

Raja Salman Disuntik Vaksin Covid 19
Raja Salman saat disuntik vaksin Covid-19

Dilansir Arab News, Republik Indonesia (RI) masuk dalam daftar larangan ini. Selain RI, beberapa negara Eropa, Amerika Latin, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang, juga termasuk dalam daftar larangan ini. 

Berikut isi lengkap pernyataan resmi Kerajaan Arab Saudi, yang  melarang 20 warga negara asing untuk masuk ke wilayahnya:

Kepada: Seluruh Maskapai yang beroperasi di seluruh wilayah Saudi Arabia

Subjek: Larangan berkunjung untuk penumpang datang ke Saudi Arabia

Instruksi:

1. Untuk sementara melarang masuknya penumpang ke kerajaan dari (Argentina, Uni Emirat Arab (UEA), Jerman, Amerika Serikat (AS), Indonesia, Irlandia, Italia, Pakistan, Brazil, Portugal, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Sweden, Swiss, Prancis, Lebanon, Mesir, India, Jepang). Dan ini termasuk untuk pelancong yang transit melalui salah satu dari 20 negara itu dalam 14 hari sebelum kunjungan ke Arab Saudi. Pengecualian untuk warga Saudi, diplomat, staf medis, dan keluarganya.

2. Warga Saudi, diplomat, staf medis, dan keluarganya, yang datang melewati 20 negara itu dalam 14 hari sebelumnya harus mengadakan karantina selama 14 hari di dalam wilayah Saudi.

3. Pencegahan medis atas penyebaran virus Covid-19 yang berlaku akan tetap diberlakukan, dalam hal ini hasil PCR negative sebelum berkunjung ke Arab Saudi.

4. Peraturan ini efektif dari jam 21.00 hari Rabu, 3 Februari 2021.

Kabah di Masa Pandemi Covid 19
Ka’bah di masa pandemi Covid-19

Mengenai Umrah dan Haji, tidak disebutkan bahwa para pendatang yang akan melaksanakannya mendapat pengecualian untuk dapat masuk. 

Tindakan baru ini dilakukan Kerajaan Arab Saudi di tengah lonjakan global dalam kasus Covid-19, terkait dengan varian baru virus corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil. 

Pejabat kesehatan di Kerajaan memperingatkan warga Arab Saudi, bahwa tindakan yang lebih ketat akan diperlukan untuk mengekang penyebaran virus, jika masyarakat terus mencemooh peraturan tentang jarak sosial dan larangan pertemuan besar. 

Arab Saudi melaporkan 310 kasus baru Covid-19, pada hari Rabu (3/2/), atau hampir 4 kali lipat dari jumlah sebulan lalu. (kdnt)

Don`t copy text!