Berkali-kali Gagal Diusul di APBD KSB, Warga Desa Lampok Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat

Berkali-kali Gagal Diusul di APBD KSB, Warga Desa Lampok Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat

Brang Ene, KOBAR – Kesulitan untuk mengangkut hasil pertanian dari sawah ke dalam perkampungan. Sehingga berkali-kali pada setiap musim tanam, masyarakat Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, bergotong royong membangun jembatan darurat ala kadarnya untuk memudahkan akses kendaraan menuju lahan pertanian mereka.

Ironisnya, usulan untuk pembangunan jembatan permanen untuk menyeberangi sebuah sungai kecil dengan panjang lebih kurang 15 meter itu, telah berkali-kali diusulkan pada setiap musrenbang kepada pemerintah setempat. Tapi apa lacur, usulan mereka selalu ditolak dan tidak pernah terwujud.

“Kami sudah berkali-kali mengusulkannya ke Pemda, tapi berkali-kali itu pula usulan kami ditolak. Padahal, jembatan ini sangat vital untuk bisa menyeberangkan hasil pertanian kami dari sawah ke dalam kampung,” tutur Fahrizal, warga Desa Lampok, kepada awak media ini, Kamis, (28/1).

Karena sudah bosan menunggu, katanya, sehingga warga setempat setiap tahunnya, selalu bergotong royong membangun jembatan dengan material ala kadarnya. Ketika ditanya kenapa tidak mengusulkan kepada pemerintah desa. Ia pun menjawab, bahwa mungkin karena akan membutuhkan dana yang besar dan harus dikerjakan oleh tenaga ahli khusus, sehingga pemerintah desa tidak mampu melaksanakannya.

“Kalau pun mengandalkan pemerintah desa untuk membangun sebuah jembatan permanen, tentunya pemerintah desa tidak punya tenaga ahli yang kompeten untuk itu. Dan saya kira akan butuh dana besar. Sehingga tumpuan kami hanya pemerintah kabupaten,” tukasnya.

Untuk diketahui, pada setiap musim hujan setiap tahunnya, jembatan darurat yang dibuat warga selama ini selalu rusak dan hilang terseret arus sungai, jika air bah. Sehingga setiap tahun pula jembatan darurat kembali dibangun. Oleh karenanya, mereka pada setiap tahunnya mengusulkan dibangunnya sebuah jembatan permanen kepada Pemerintah Kabupaten. Tapi sayang, keinginan mereka selama ini tidak pernah terwujud. (klar)

Don`t copy text!