Masyarakat Lingkar Tambang Tuntut PTAMNT Stop ‘Mengandangkan’ Karyawan

Masyarakat Lingkar Tambang Tuntut PTAMNT Stop ‘Mengandangkan’ Karyawan

Maluk, KOBAR – Ratusan orang yang tergabung dalam gerakan masyarakat lingkar tambang melakukan unjuk rasa di gerbang masuk PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT). Para pengunjuk rasa menuntut agar perusahaan tambang tembaga dan emas di Batu Hijau, Sumbawa Barat itu, memperbaiki sejumlah kebijakannya yang berdampak kepada ekonomi masyarakat sekitar tambang.

Aksi yang berlangsung dari pukul 10.00 WITA hingga pukul 15.20 WITA, Kamis, (14/1), diikuti oleh sejumlah elemen masyarakat. Yang terdiri dari Gerakan Muda Sumbawa Barat (GERAM), pedagang pasar, ojek, pemilik warung dan tempat hiburan, serta pengusaha kost-kostan di Kecamatan Maluk. 

Sejumlah pamflet dan spanduk dibentangkan oleh para pengunjuk rasa. Beberapa spanduk dan pamflet berbunyi sebagai berikut:

– Kami pedagang pasar Maluk menggugat PTAMNT untuk memperhatikan kondisi pasar. 

– PTAMNT adalah penjajah bagi masyarakat lingkar tambang. 

– Kami pedagang kelontong menggugat PTAMNT untuk mengembalikan pelanggan Kami. 

– Pengusaha warung makan butuh pelanggan. 

– Persatuan ojek maluk menggugat PTAMNT kembalikan pelanggan kami. 

– Pengusaha kost menggugat PTAMNT mengembalikan karyawan untuk tinggal di Maluk. 

– Kami hanya mau bertemu dengan Dirut PTAMNT. 

– Kami ex karyawan PTAMNT menggugat PTAMNT untuk mengembalikan hak kami sebagai lokal. 

– Kami ojek juga butuh makan seperti Ray Pulungan. 

– Eks karyawan PTAMNT bukan teroris. 

– Pasar Maluk mati suri. 

– Jangan jadikan usaha kost kami sebagai kandang kambing. 

– Kembalikan fungsi Pasar Maluk, kami butuh hidup. 

– Kami pengusaha kost juga butuh makan, layaknya karyawan pendatang. 

Aksi dipimpin oleh Abdul Manan, sebagai koordinator Umum, dan Yuni Bourhany, sebagai koordinator lapangan. Setelah sekian lama berorasi, para pengunjuk rasa diterima oleh para petinggi Amman Mineral. 

Perwakilan manajemen PTAMNT berjanji akan menampung tuntutan para pengunjuk rasa dan akan membahasnya di rapat manajemen. Hasilnya akan disampaikan pada hari Senin, tanggal 18 Januari 2021. (kdon)

Don`t copy text!