Sejumlah Aset PTAMNT di Lingkar Tambang Mangkrak

Sejumlah Aset PTAMNT di Lingkar Tambang Mangkrak

Sekongkang, KOBAR – Keberadaan Rice Mill Unit (RMU) atau yang dikenal dengan Pabrik Penggilingan Padi dan Bale Alova (Pabrik Pengelohan Manisan) di Desa Kemuning, Kecamatan Sekongkang, mangkrak. Kedua aset perusahaan tambang emas tersebut tak lagi beroperasi. Aset yang dibangun PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) dengan nilai miliaran rupiah, hingga saat ini status kepemilikannya masih simpang siur.

Pemuda Sekongkang, Yari Ade Saputra SH, Sabtu, (3/3), bercerita pada awak media ini, bahwa gedung pabrik tersebut dibangun pada masa PTNNT beroperasi.  Hingga peralihan manajemen PTNNT ke PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) status gedung tersebut tidak pernah dibahas kembali. Ia berharap agar PTAMNT segera menghibahkan gedung tersebut ke Pemerintah Desa Kemuning agar dapat dimanfaatkan demi kepentingan masyarakat Sekongkang.

“Saya pertanyakan status gedung pabrik tersebut, apakah masih punya AMNT atau sudah diserahkan. Kalau sudah menjadi aset desa akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekongkang,” cetusnya.

Keterangan Yari diperkuat oleh Irwandi, mantan Ketua BPD, Desa Kemuning, bahwa seyogyanya aset PTAMNT tersebut harus segera diberikan ke Desa. Irwandi mengatakan, menurut informasi yang ia dapat, bahwa PTAMNT berencana akan menggandeng pihak ketiga untuk mengoperasikan pabrik tersebut. Pihaknya, kata Irwandi, menyarankan agar lebih baik diserahkan ke Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Memang ada rencana dari pihak manajemen PTAMNT untuk mengelolah pabrik tersebut dan akan bekerjasama dengan pihak ketiga. Pemerintah Desa saya anggap mampu dan bisa mengelola usaha tersebut. Sehingga seharusnya pihak manajemen menghibahkan aset tersebut ke Desa,” tukasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika aset-aset PTAMNT dikelola oleh pihak ketiga dan tidak dihibahkan ke Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kecamatan, maka aset tersebut menjadi milik segelintir orang. Hal inilah yang sangat ditakutkan Irwandi. Dia mengharapkan agar aset-aset tersebut segera dihibahkan, agar dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Sekongkang.

Menyikapi hal tersebut, Manajemen PTAMNT, melalui Departemen Social Responsibilty, Area Sekongkang, Syamsul Bakhri SKM, mengatakan, bahwa aset tersebut belum dihibahkan ke Pemerintah Kecamatan, maupun pemerintah Desa. Hal ini dikarenakan PTAMNT masih menyusun program untuk mengoperasionalkan kedua aset tersebut.

“Kami dari manajemen masih menyusun program untuk mengoperasikan kedua  aset tersebut. Insya Allah akan dimulai tahun ini,” beber Syamsul Bakhri. (kher)

Don`t copy text!