Singapura Mulai Vaksinasi Covid-19 Buatan Pfizer-BioNTech

Singapura Mulai Vaksinasi Covid-19 Buatan Pfizer-BioNTech

Singapura, KOBAR – Singapura dilaporkan akan memulai vaksinasi Covid-19 pada Rabu, (30/12). Penerima pertama vaksin Covid-19 adalah para tenaga kesehatan yang bekerja di National Centre for Infectious Diseases (NCID). 

NCID adalah rumah sakit di mana mayoritas penderita Covid-19 dirawat. Adapun vaksin yang akan disuntikkan adalah buatan Pfizer-BioNTech, Jerman, yang tiba di Singapura, Senin, (21/12).

Vaksin akan diberikan sesuai dengan aturan yang dibuat Pfizer-BioNTech, yakni, sebanyak 2 dosis, dengan selang waktu 21 hari untuk orang-orang berusia 16 tahun ke atas. 

Vaksin buatan Pfizer-BioNTech adalah vaksin virus corona pertama yang disetujui oleh otoritas Singapura, yaitu Health Sciences Authority (HSA). 

“Semakin banyak dari kita yang divaksinasi, semakin sulit virus itu menyebar, dan semakin aman kita semua sebagai masyarakat,” kata Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Singapura, Minggu, (27/12).

PM Lee menyatakan, bahwa dirinya dan sejumlah menteri kabinet akan divaksinasi pada tahap awal untuk menunjukkan vaksin Covid-19 itu aman secara medis. 

Kelompok warga yang mendapat prioritas pertama divaksinasi adalah tenaga medis, warga lanjut usia, dan warga yang dikategorikan rentan terkena virus corona. Vaksinasi di Singapura bersifat sukarela, tetapi sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. 

Vaksin Covid-19 disediakan secara gratis kepada semua warga Singapura, Permanent Resident (PR), dan warga negara asing (WNA) yang memegang izin tinggal di Singapura dalam jangka waktu panjang. Termasuk pekerja asing yang tinggal di asrama.

Penyebaran virus corona di Singapura saat ini dilaporkan sudah sangat terkendali. Singapura dijadwalkan akan memasuki fase 3 atau new normal pada Senin, (28/12), ketika jumlah maksimum orang yang dapat berkumpul dinaikkan dari 5 menjadi 8 orang. 

Total kasus virus corona di Singapura, menurut data Kementerian Kesehatan (MOH) per 21 Desember, adalah sebanyak 58.432. Dari jumlah itu, tercatat 58.287 pasien atau 99,75 persen telah sembuh. (kdnt)

Don`t copy text!