fbpx
Harga Rokok Resmi Naik Tahun Depan

Harga Rokok Resmi Naik Tahun Depan

Sri Mulyani: Biar Makin Tidak Dapat Dibeli

Jakarta, KOBAR – Harga rokok dipastikan naik tahun depan, imbas dari tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang naik sebesar 12,5% pada awal tahun 2021.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, mengatakan, bahwa kenaikan cukai rokok akan efektif berlaku pada Februari 2021. Hal itu dilakukan, jelasnya, untuk memastikan rokok lebih mahal, atau indeks keterjangkauannya naik dari 12,2% menjadi 13,7 – 14%.

“Kita menaikan cukai rokok dalam hal ini 12,5% kenaikannya, biar rokok makin tidak dapat terbeli,” kata Sri Mulyani, dalam siaran persnya, Jumat, (25/12).

Sri Mulyani menjelaskan, bahwa aspek yang diperhatikan dalam kebijakan cukai rokok tahun depan adalah pengendalian konsumsi sesuai RPJMN, masalah tenaga kerja, petani tembakau, rokok ilegal, dan penerimaan negara.

“Dengan komposisi tersebut, maka rata-rata kenaikan tarif cukai adalah sebesar 12,5%. Ini dihitung rata-rata tertimbang berdasarkan jumlah produksi dari masing-masing jenis dan golongan,” tukasnya.

Tujuan dari kenaikan tarif cukai rokok ini, lanjutnya, guna mengendalikan konsumen dan konsumsi produk tembakau. Yang mana dari hasil cukai tembakau, dananya akan difokuskan kepada sektor kesehatan.

“Pemerintah perlu menjaga tenaga kerja dan para buruh yang bekerja di rokok. Para petani yang menghasilkan tembakau, dan sisi industrinya dari sisi buruh dan petani,” pungkas Menteri Keuangan.

Untuk diketahui, segmen Sigaret Putih Mesin (SPM) Golongan I akan mengalami kenaikan CHT sebesar 18,4%. Sedangkan untuk SPM Golongan IIA kenaikannya sebesar 16,5%, dan SPM Golongan IIB akan mengalami kenaikan 18,1%.

Selanjutnya, untuk segmen Sigaret Kretek Mesin (SKM) Golongan I, akan mengalami kenaikan CHT sebesar 16,9%. SKM Golongan IIA, kenaikannya adalah 13,8%, dan SKM Golongan IIB, CHT akan naik sebesar 15,4%. (knda)

Don`t copy text!