KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Gempa Bumi M 4,6 Guncang Sumbawa - Gempa Bumi Sumbawa - Gempa Terkini - Info BMKG

Gempa Bumi M 4,6 Guncang Sumbawa

Sumbawa, KOBARKSB.com – Stasiun Geofisika, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mataram, melaporkan, bahwa pada hari Selasa, 7 Juni 2022, pukul 14.03.13 WITA, wilayah Sumbawa diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan, bahwa gempa bumi ini berkekuatan M 4,6. Episenter terletak pada koordinat 8,17° LS; 117,31° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 37 km barat laut Sumbawa, NTB, pada kedalaman 10 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust),” kata Ardhianto Septiadhi, Kepala Stasiun Geofisika Mataram, dalam siaran pers, Selasa, (7/6).

Adapun dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat, jelas Ardhianto, adalah berupa guncangan dirasakan di wilayah Sumbawa II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

“Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Ardhianto.

Hingga pukul 14.15 WITA, menurut hasil monitoring BMKG, tambah Ardhianto, belum ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Kepada Masyarakat, pintanya, dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Kepada masyarakat, agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” demikian Kepala Stasiun Geofisika Mataram. (kdon)

Don`t copy text!