Jejak Kasus Akil Mochtar, “Raja Suap Sengketa Pilkada”

Jejak Kasus Akil Mochtar, “Raja Suap Sengketa Pilkada”

Jakarta, KOBAR – Bulan Oktober 2013, KPK menangkap tangan Akil Mochtar, pada saat ia menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Periode 2013-2016. Sungguh ironis, sosok yang dipercaya masyarakat untuk menegakkan hukum malah terjerat korupsi. 

Akil terbukti menerima hadiah atau janji, lantaran memuluskan berbagai sengketa Pilkada yang masuk melalui Mahkamah Konstitusi. Tak tanggung-tanggung, total gratifikasi yang ia terima mencapai Rp 200 miliar lebih. Hingga akhir hayatnya, Akil Mochtar harus mendekam di balik jeruji penjara.

Lantas bagaimana perjalanan kasus sang raja suap?

KPK melaporkannya, dalam sebuah video pendek berdurasi 4:59 menit.

Don`t copy text!