fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Gubernur Ajukan ‘Cetak Biru’ Industri NTB 2020-2040 Jadi Perda

“Naskah Raperda Diserahkan Ke DPRD Untuk Digodok”

Mataram, KOBAR – Pada sidang paripurna DPRD NTB, masa persidangan III tahun 2020, Jumat, (4/12). Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, menyerahkan naskah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP), 20 tahun ke depan. Raperda ini digagas oleh Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, untuk jangka waktu 2020-2040.

Dalam Raperda tersebut, dicantumkan, bahwa pembangunan industri NTB 20 tahun kedepan dibagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama, yaitu, tahun 2020-2025. Tahap kedua 2025-2030, dan tahap ketiga 2030-2040.

Untuk 5 tahun pertama, Pemprov NTB akan fokus mengembangkan industrialisasi pada 5 sektor unggulan. RPIP NTB ini, merupakan turunan dari Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN). Berdasarkan RIPIN, Pemda dituntut untuk menyusun Perda RPIP.

Wakil Gubernur, pada sidang paripurna DPRD NTB.

“Ini akan menjadi acuan bagi Pemprov NTB dan Pemda Kabupaten/Kota untuk pembangunan industri 20 tahun ke depan. Mulai tahun 2020 hingga tahun 2040,’’ tutur Wagub, di Ruang Sidang Gedung DPRD NTB.

Dengan Perda ini, kata Wagub, Pemerintah Kabupaten/Kota juga akan punya acuan dalam pembangunan industri di masing-masing wilayah mereka. Raperda ini bertujuan agar bagaimana pengembangan sektor industri berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi NTB. Dan diharapkan, agar perekonomian NTB tidak lagi bergantung kepada pertambangan.

“NTB memiliki potensi industri yang cukup besar. Terlihat dari perkembangan kegiatan industri dan perdagangan 5 tahun terakhir. Minat investor untuk berinvestasi di sini pun tinggi. Sehingga sudah selayaknya pemerintah Provinsi NTB menyusun kebijakan mengenai pembangunan industri, yang disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan terkini di NTB,” demikian Wakil Gubernur NTB. (klar)

Don`t copy text!