fbpx
Meski Belum Berstatus Zona Hijau Covid-19, Takbir dan Shalat Idul Adha di KSB Tetap Akan Dilaksanakan

Meski Belum Berstatus Zona Hijau Covid-19, Takbir dan Shalat Idul Adha di KSB Tetap Akan Dilaksanakan

Bupati: Lansia, Anak-anak, dan Orang Sakit di Rumah Saja

Taliwang, KOBAR – Berdasarkan sidang isbat yang dilaksanakan Kementerian Agama RI, Selasa, (21/7), Pemerintah menetapkan bahwa Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1441 H, jatuh pada hari Jum’at, tanggal 31 Juli 2020. Meski dalam kondisi pandemi covid-19, dan wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum berstatus zona hijau. Bupati Sumbawa Barat, melalui surat edaran yang ditandatanganinya, tertanggal 27 Juli 2020, memutuskan, bahwa takbir dan shalat idul adha di KSB akan tetap dilaksanakan, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Di dalam SE-nya, Bupati menegaskan, bahwa takbir dalam rangka menyambut idul adha dilaksanakan di Masjid, Mushallah, atau rumah masing-masing. Pelaksanaan shalat Idul Adha tingkat Kabupaten, akan digelar di depan Masjid Agung Darussalam, KTC, Taliwang. Sementara untuk tingkat kecamatan, dapat digelar di lapangan, Masjid, atau Mushallah masing-masing.

Adapun untuk menjaga agar masyarakat aman dan tidak terpapar covid-19, Bupati meminta kepada segenap masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Diantaranya; Panitia diwajibkan untuk menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun atau disinfektan. Jamaah shalat idul adha diminta untuk membawa sajadah atau alas sholat dari rumah masing-masing.

Disamping itu, para jamaah shalat idul adha diwajibkan untuk menggunakan masker, menghindari kontak langsung antar jamaah, baik dengan bersalaman maupun dengan berpelukan.

Sementara untuk panitia pelaksana shalat idul adha, diminta untuk menyediakan petugas untuk memantau dan mengawasi para jamaah dalam menerapkan protokol kesehatan. Juga panitia diminta untuk melakukan pembersihan dan disinfektan di area tempat shalat akan dilaksanakan. Selain itu, Bupati juga meminta panitia untuk mempersingkat pelaksanaan shalat dan khutbah idul adha, tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukun-nya.

Di akhir suratnya, Bupati mengimbau kepada para lansia, anak-anak, dan orang dengan penyakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap covid-19, untuk tidak mengikuti shalat Idul Adha berjamaah. Bupati meminta agar orang-orang tersebut melakukan shalat di rumahnya masing-masing. (klar)

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Don`t copy text!