fbpx
06/06/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Cegah Virus Corona, Pemda KSB Turun Tangan

Taliwang, KOBAR – Usai melaksanakan Upacara Syukur ke-3 di Lapangan Graha Fitrah, Senin (20/03). Bupati Sumbawa Barat Dr Ir H W Musyafirin MM, dan Wakil Bupati Fud Syaifuddin, ST, bersama Forkopimda, Sekda, Kadis Kesehatan, serta beberapa Kepala Dinas yang tergabung dalam Satgas pencegahan dan penanganan Covid-19, melakukan pemantauan diposko Terminal Tana Mira dan posko Pelabuhan Poto Tano.

Pemantauan diawali posko di Terminal Tana Mira, kemudian dilanjutkan ke posko Pelabuhan Poto Tano. Kedua posko tersebut Bupati dan Wakil Bupati memeriksa kesiapan tenaga medis dan peralatannya, serta standar pendeteksi. Dan alat pencegahan Virus Corona yang ada di Posko, alat pendeteksi suhu badan dan penyemprot cairan disinfektan.

Setelah melihat kesiapan Posko di Pelabuhan Poto Tano, Bupati dan rombongan meninjau ruang tunggu Pelabuhan, loket hingga melihat proses penyemprotan cairan disinfektan di kapal yang baru datang. Bahkan, Bupati bersama Dandim 1628/SB dan Kapolres KSB, turut membantu melakukan penyemprotan disinfektan.

Baca Juga :  Santunan Untuk Lansia dan Disabilitas Program Kartu Pariri Macet

Dalam kantor Syahbandar Pelabuhan Poto Tano, bupati memberikan keterangan kepada para wartawan, bahwa Pemerintah KSB telah siap mengantisipasi atau mencegah dan menangani Covid-19 dengan membentuk Satgas. Kemudian satgas telah membuat dua posko pemeriksaan bagi warga yang masuk dan keluar KSB di dua pintu gerbang KSB, yakni di Pelabutan Poto Tano dan Terminal Tana Mira.

Terkait adakah warga KSB yang saat ini ditangani, Bupati Sumbawa Barat, menerangkan, hingga tanggal 20 Maret ini, belum ada warga KSB yang terjangkit Virus Corona. Yang ada adalah sebanyak 26 orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan masih dalam proses karantina dan pemantauan.

Baca Juga :  Proyek Jaringan Air Bersih di Rarak Ronges Dianggap Gagal

“Sebelumnya total warga KSB yang berstatus ODP adalah 43 orang, tetapi 17 orang telah menjalani masa karantina selama 14 hari dan dinyatakan negatif Covid-19. Jadi sisanya sampai hari ini yang masih ODP adalah 26 orang, ” ungkap Bupati.

Lanjut Bupati, harus dipahami bahwa orang yang berstatus ODP tidak berarti sudah terjangkit Virus Corona. Tetapi status ODP diberikan karena mereka pernah berada atau pergi ke Daerah yang sudah terjangkit. Contohya, seperti 20 mahasiswa KSB yang kuliah di Wuhan, 7 mahasiswa yang kuliah di Bogor dan lainnya, serta ada ASN yang baru menyelesaikan perjalanan Dinas, maka mereka berstatus ODP.

Baca Juga :  Polisi Siap Awasi ‘Serangan Fajar’

“Itu upaya Pemda KSB melalui Satgas Covid-19 menangkal dan mencegah penyebaran Virus Corona. Satgas sudah dibentuk, warga yang pernah mengunjungi Daerah terjangkit, kita karantina dan terus dipantau,” tandas Bupati KSB. (kras)

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar