Jaminan Hidup Korban Gempa Bumi KSB Macet

Foto-Rumah-Rusak-Akibat-Gempa

“Bantuan Pusat, Selain Macet Juga Jarang Tepat Sasaran”

Taliwang, KOBAR – Warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), korban gempa bumi 2018 lalu, hingga saat ini masih mempertanyakan terkait Jaminan Hidup (Jadup) tahap kedua (II), yang telah dijanjikan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo. Jadup tahap satu (I) sudah tersalurkan ke warga, namun yang belum menerima hingga saat ini masih gigit jari.

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), sampai saat ini belum memberikan dana ataupun tanda-tanda kapan jadup bagi warga korban gempa bumi diberikan.

Dikeluhkan Sugianto, (42) warga Kecamatan Brang Ene, KSB Sabtu (25/04) Kemarin, kepada media ini mengaku. Bukan hanya jaminan hidup yang belum diterima, sisa anggaran bedah rumahpun hingga saat ini belum sepenuhnya dicairkan, tersisa sekitar 550.000 rupiah sisa anggaran belum diterima untuk masing- masing rumah.

Peluang Emas! PT Freeport Indonesia Buka 91 Lowongan Kerja dan Program Magang Mahasiswa

“Proses rehab rumah kami sudah selsai beberapa bulan lalu, namun sisa anggaran belum kami terima,” ucap Sugianto bertanya.

Masih Sugianto, peralatan dan bahan rumah yang seharusnya diantar kerumah masing-masing itu tidak dilakukan oleh petugas pokmas, kami diminta untuk mengambil bahan bagunan ke toko yang sudah ditunjuk oleh mereka.

“Bahan rumah seperti cat, paku, dan bahan lainnya yang belum kami terima, kami diminta ambil sendiri ke toko,” tandasnya.

Perkuat Keahlian Abad 21, UNDOVA dan AMMAN Gelar Pelatihan Literasi AI Ready ASEAN di Sumbawa Barat

Ditemui media ini, salah satu anggota Kelompok Masyarakat (Pokmas), yang enggan menyebut namanya menerangkan, bahwa memang benar ada sisa anggaran rehap rumah korban gempa yang belum diberikan, dan mereka yang berada ditingkat bawah tidak tau kapan itu dicairkan. Begitu juga dengan jadup tahap dua (II).

“Benar masih ada sisa anggaran yang belum dicairkan, kendala biasanya pada laporan. Dan kalau urusan jadup kami tidak tahu, apakah itu akan ada lagi atau tidak,” jawabnya.

Dikonfimasi media ini, dr H Syaifuddin, Kepala Dinas Sosial Sumbawa Barat menerangkan. Bahwa hingga saat ini jadup tahap dua (II) dan selanjutnya tidak ada kepastian akan dibayarkan, itu mungkin disebabkan karena sudah tidak lagi dianggap prioritas oleh pemerintah pusat.

“Kita disuruh menunggu saja oleh pusat, sudah beberapa bulan ini belum ada sinyal akan dibayarakan,” terang Kadis.

Pengajuan pencairan jadup tahap dua (II) sudah kami ajukan, kata Syaifuddin. Namun hingga sekarang tidak ada lagi kabar.Bisa jadi kebijakan pemerintah pusat berubah.

Untuk diketahui, jumlah jaminan hidup yang harusnya diterima oleh masing-masing orang yakni 10.000 rupiah per hari selama waktu 60 hari. Sehingga total yang diterima sebanyak 600 ribu per orang. (kras)

Tak Perlu Nyebrang ke Mataram, Vaksin Umroh dan Luar Negeri Kini Resmi Hadir di RSUD Asy-Syifa’ KSB

About The Author

Trending

  • 36
    47 Persen Tanah di KSB Belum BersertifikatTaliwang, KOBAR - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbawa Barat melaporkan, bahwa masih banyak warga Sumbawa Barat yang lahannya masih belum memiliki sertifikat. Hingga saat ini, baru sekitar 33.000 bidang lahan saja yang sudah disertifikatkan. Itupun setelah Badan Pertanahan Negara (BPN) meluncurkan Proyek Nasional Agraria (PRONA) dalam beberapa tahun terakhir ini. "Benar,…
  • 35
    Sumbawa Barat Ekspor Rumput Laut ke Tiongkok“Produk Petani Hasil Binaan PTAMNT” Poto Tano,  KOBAR - Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT), karena telah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengembangkan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja bagi masyarakat. Salah satu hasil…
  • 35
    Sebuah Rumah Reot di Sermong Diakui Tidak Pernah Tersentuh Program PemerintahTaliwang, KOBAR - Sejak Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terbentuk hingga menjelang usianya ke-16, sejumlah program pemerintah untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat telah banyak digulirkan, terutama dalam persoalan sandang, pangan, dan papan. Tapi siapa sangka, dari sekian banyak dan sekian lama program itu ada, ternyata masih ada saja Penduduk KSB yang…
  • 34
    Kartu KSB Maju Diluncurkan, Bupati Amar Targetkan Sumbawa Barat Jadi Kabupaten Termaju di NTBTaliwang, KOBARKSB.com - Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)! Bupati H. Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hj. Hanipah secara resmi meluncurkan program unggulan "KSB Maju" yang ditandai dengan peluncuran kartu KSB Maju. Program yang merupakan bagian dari 100 hari kerja ini, bertujuan untuk memastikan masyarakat KSB menerima manfaat…
  • 34
    Targetkan 750 Rumah Layak Huni di 2026, Bupati Amar Turun Lapangan Pastikan Progres KSB Maju PerumahanSeteluk, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di bawah kepemimpinan Bupati H. Amar Nurmansyah terus memacu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, pada tahun 2026 ini, sebanyak 750 unit rumah layak huni ditargetkan tuntas terbangun di seluruh wilayah KSB. Untuk memastikan target besar tersebut berjalan sesuai rencana, Bupati KSB…
  • 33
    Refleksi 15 Tahun KSB“Pesta Berakhir, Mari Kerja” Taliwang, KOBAR - Peringatan hari lahir (Harla) daerah ini merupakan hari yang sakral dan memiliki nilai fundamental dalam perjalanan membangun daerah ini kedepan. Hampir setiap tahun, Harla Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dirayakan dengan penuh gegap gempita. Seluruh elemen masyarakat terlibat aktif mengambil peran dalam sebuah perayaan meriah. Mulai…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×