fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Gempa M 4,3 Guncang Sumbawa, Pusat Gempa di Pernang - Gempa Sumbawa

Gempa M 4,3 Guncang Sumbawa, Pusat Gempa di Pernang

Sumbawa, KOBAR – Kamis, (16/9), pukul 16:55:58 WITA, wilayah Sumbawa diguncang gempa bumi tektonik. Menurut analisa BMKG, gempa bumi ini berkekuatan M=4,3. Dengan episenter terletak pada koordinat 8,34° LS; 117,22° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 24 km timur Pernang, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, pada kedalaman 10 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Ardhianto Septiadhi, Kepala Stasiun Geofisika Mataram, dalam siaran pers, Kamis, (16/9).

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat, jelasnya, berupa guncangan dirasakan di wilayah Sumbawa III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Hingga saat ini, tambahnya, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan, bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Info Gempa Bumi BMKG

“Hingga hari Kamis, 16 September 2021, pukul 17:33 WITA, hasil monitoring BMKG mencatat adanya 3 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ujarnya.

Kepada Masyarakat, lanjutnya, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. 

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. Serta pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” pungkas Kepala Stasiun Geofisika Mataram. (kdon)

Don`t copy text!