Sumbawa Barat Ekspor Rumput Laut ke Tiongkok

EKSPOR-PERDANA-AMNT

“Produk Petani Hasil Binaan PTAMNT”

Poto Tano,  KOBAR – Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT), karena telah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengembangkan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja bagi masyarakat. Salah satu hasil kemitraan yang selama ini dilakukan, Bupati melepas ekspor perdana rumput laut ke Tiongkok, hasil produksi 45 petani rumput laut, binaan PTAMNT, di Desa Sagena, Kecamatan Poto Tano, pekan kemarin.

“Eskpor perdana ini  menunjukkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Ini bahkan menjadi salah satu upaya untuk perbaikan ekonomi, termasuk memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Menurut Bupati, rumput laut sudah menjadi salah satu potensi yang dimiliki Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dengan panjang wilayah pantainya yang luas membentang, budi daya rumput laut diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

Motor Anda Hilang? Polda NTB Amankan 78 Motor Curian, Segera Cek ke Polres Terdekat!

“Saya berharap agar kerja sama yang konkret dan berkesinambungan antara pemerintah dan PTAMNT melalui berbagai program pengembangan masyarakat dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sumbawa Barat, demi terciptanya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” tandas Musyafirin.

Sementara itu, Senior Manager Tanggung Jawab Sosial PTAMNT, Syarafudin Jarot, mengatakan, pengembangan budidaya rumput laut di daerah ini tidak terlepas dari pendampingan yang dilakukan oleh Tim PTAMNT, dimulai dari pelatihan strategi pengembangan usaha, akses informasi teknis budidaya, akses permodalan termasuk akses pasar. Selain berpotensi untuk menambah penghasilan yang cukup lumayan bagi petani, kegiatan budidaya rumput laut juga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Mulai dari persiapan penanaman rumput laut, pemeliharaan, panen hingga proses pengeringan, sehingga rata-rata jumlah tenaga kerja yang diserap antara 200 hingga 250 orang.

“Ini pencapaian luar biasa dari salah satu program pengembangan masyarakat PTAMNT yang baru berjalan kurang dari 6 bulan, tapi sudah berhasil melakukan ekspor perdana. Program ini juga merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk mengembangkan secara optimal sumber daya yang ada untuk menciptakan ekonomi lokal yang kuat, mandiri dan berkelanjutan,” katanya.

Tanpa Sekat, Kapolsek Poto Tano Tampung Curhatan dan Keluhan Warga

Saat ini, lanjut Jarot, paradigma baru Program Pengembangan Masyarakat (PPM) PTAMNT  lebih difokuskan pada bisnis yang berkelanjutan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di Sumbawa Barat, pemberdayaan dan pengembangan kapasitas, dukungan terhadap program pemerintah, serta bersifat sinergitas integrasi-kolaborasi. “Dengan paradigma baru tersebut, kami berharap dapat membantu percepatan pembangunan di KSB,” jelasnya.

Selain budidaya rumput laut, PTAMNT juga tengah berkonsentrasi atas beberapa program pengembangan usaha masyarakat yang sedang berjalan, seperti pengolahan gulan aren, budidaya lebah madu, peternakan ayam petelur, kampung, dan pedaging, serta budidaya ikan lele. Pada awal tahun ini, seluruh  program tersebut ditargetkan melibatkan sekitar 113 KK di Sumbawa Barat yang memberikan pendapatan rata-rata Rp 2,2 Juta/KK setiap bulan.

“Ada beberapa program lainnya juga sedang dalam tahap persiapan akhir untuk diimplementasikan, seperti peternakan kambing, produksi olahan jagung dan minyak lala, budidaya udang vanamei, pengolahan kopi, serta budidaya terpadu ikan kerapu,” pungkas Jarot.

Untuk diketahui, panen raya rumput laut yang dihadiri kelompok tani, Kepala Desa, Camat dan sejumlah pejabat teras lingkup Pemkab Sumbawa Barat itu, mencakup tiga lokasi yaitu Desa Sagena, Desa Labu Beru dan Desa Kertasari. Total rumput laut yang dipanen mencapai 70 ton basah dan akan mengekspor sejumlah 15 ton kering. Dimana sebesar 7 ton rumput laut diantaranya kontribusi para petani binaan PTAMNT. (adv/ktas)

About The Author

Trending

  • 62
    Limbah PT. BHJ Diduga Penyebab Berkurangnya Produksi Rumput LautAktifitas tambak udang di Poto Tano yang dilakukan PT. Bumi Harapan Jaya (PTBHJ) diduga sebagai salah satu penyebab berkurangnya produksi rumput laut masyarakat Kertasari, sehingga meminta pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk melakukan kajian atas indikasi tersebut. **
  • 59
    Suka Pantai? Datanglah Ke Sumbawa BaratOrang banyak mengira kalau Sumba itu adalah Sumbawa, padahal kan beda daerah. Tulisannya saja sudah beda apalagi tempatnya. Sumbawa berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau ini dibatasi oleh Selat Alas di sebelah barat (memisahkan dengan Pulau Lombok). Umumnya orang yang sudah bosan ke Bali biasanya mengunjungi Pulau Lombok,…
  • 54
    Sejumlah Aset PTAMNT di Lingkar Tambang MangkrakSekongkang, KOBAR – Keberadaan Rice Mill Unit (RMU) atau yang dikenal dengan Pabrik Penggilingan Padi dan Bale Alova (Pabrik Pengelohan Manisan) di Desa Kemuning, Kecamatan Sekongkang, mangkrak. Kedua aset perusahaan tambang emas tersebut tak lagi beroperasi. Aset yang dibangun PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) dengan nilai miliaran rupiah, hingga saat…
  • 53
    Kartu KSB Maju Diluncurkan, Bupati Amar Targetkan Sumbawa Barat Jadi Kabupaten Termaju di NTBTaliwang, KOBARKSB.com - Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)! Bupati H. Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hj. Hanipah secara resmi meluncurkan program unggulan "KSB Maju" yang ditandai dengan peluncuran kartu KSB Maju. Program yang merupakan bagian dari 100 hari kerja ini, bertujuan untuk memastikan masyarakat KSB menerima manfaat…
  • 51
    Sebuah Rumah Reot di Sermong Diakui Tidak Pernah Tersentuh Program PemerintahTaliwang, KOBAR - Sejak Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terbentuk hingga menjelang usianya ke-16, sejumlah program pemerintah untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat telah banyak digulirkan, terutama dalam persoalan sandang, pangan, dan papan. Tapi siapa sangka, dari sekian banyak dan sekian lama program itu ada, ternyata masih ada saja Penduduk KSB yang…
  • 51
    Kepuasan Publik KSB Tembus 69%, Namun Brang Rea dan Sekongkang "Lampu Kuning"Taliwang, KOBARKSB.com - Kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) periode 2025-2030 mendapat sentimen positif dari mayoritas masyarakat, dengan angka kepuasan publik mencapai 69,0%. Temuan ini merupakan hasil survei yang dirilis oleh Media Survei Nasional (MEDIAN), yang menjadi modal kepercayaan kuat bagi pemerintah daerah. Namun, di balik angka agregat yang meyakinkan…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×