fbpx
Setengah Hektar Kawasan Poto Batu Diklaim Warga

Setengah Hektar Kawasan Poto Batu Diklaim Warga

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus berupaya menata dan mengembangkan kawasan Poto Batu Kecamatan Taliwang sebagai destinasi wisata baru. Namun di tengah gencarnya upaya tersebut, sebagian lahan di lokasi itu (Poto Batu, red) ditengarai diklaim sejumlah warga masyarakat. Klaim bahkan dibuktikan  dengan adanya surat kepemilikan tanah berupa Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Sumbawa Barat melalui Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Suarman SPd MM,  tidak memungkiri, dari sekitar  2 hektar (Ha) luas lahan obyek pariwisata Poto Batu yang akan ditata dan dikembangkan itu ada sekitar 500 are lahan yang diklaim warga sebagai miliknya.

“Persoalan ini yang membuat kami hingga menunda rencana pembangunan obyek pariwisata itu untuk sementara waktu,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pihaknya baru akan  melaksanakan penataan dan pengembangan objek pariwisata Poto Batu setelah adanya kepastian lokasi benar-benar milik pemerintah. Ini juga agar  tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari, setelah sarana dan prasarana penunjang obyek pariwisata itu dibangun seluruhnya.

“Saat ini tim bentukan pemerintah seperti dinas sosial (Disos), Dinas  Lingkungan Hidup (LH), Dinas Penanaman Modal Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP)  dan sejumlah dinas tehnis lainnya telah ditugaskan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Tim ini akan melakukan penelusuran dan mendalami seluruh proses yang telah terjadi hingga sebagian lahan tersebut diklaim masyarakat. Termasuk mendalami adanya bukti kepemilikan terhadap lahan tersebut,” imbuhnya.

Pemkab, kata dia, sebenarnya tidak menghendaki adanya pihak yang dirugikan atas persoalan tersebut. Namun, jika mengacu dengan regulasi dan aturan yang  ada, warga tidak diperbolehkan mengklaim lahan yang letaknya berada persis di sepadan pantai.

“Artinya lahan itu menjadi milik negara,” imbuhnya.

Menurutnya, sesuai hasil presentase yang telah disampaikan, Poto Batu didesain sebagai destinasi wisata kuliner yang didukung dengan akan dibangunnya tempat parkir, kamar bersih atau kamat ganti, lapak-lapak kuliner dan sejumlah sarana pendukung lainnya. Sementara  penganggarannya sendiri bersumber dari Dana Alokas Khusus (DAK) tahun anggaran 2017.

“Tetapi kami belum merinci berapa jumlah pastinya. Yang jelas, mecapai miliaran rupiah dan seluruhnya untuk pengembangan sejumlah obyek pariwisata  yang ada,” pungkasnya. (ktas)

Don`t copy text!