fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Pemerintah Anggarkan Rp 1 Miliar Untuk Tata Mantar dan Lebo

Taliwang, KOBAR – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) telah mendapatkan jatah anggaran di APBD KSB 2015, sebesar Rp 1 miliar untuk penataan Desa Mantar dan Lebo Taliwang.

Kepala Disparekraf Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H Taufiqurrahman SIP MM, kepada media ini rabu 10/12 kemarin mengatakan, uang yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 itu akan dipergunakan untuk beberapa kegiatan di Desa Mantar, termasuk pekerjaan dan penataan kawasan wisata danau Lebo Taliwang.

Untuk Desa Mantar, item yang akan dikerjakan adalah, pemberdayaan masyarakat setempat, kegiatan penyelamatan mata air, pembinaan terhadap masyarakat selaku penenun ikat, termasuk promosi terhadap objek wisata Desa Budaya Mantar, sementara pekerjaan dalam kawasan Lebo lebih pada konsentrasi pembangunan kolam renang khusus anak-anak dengan panjang 25 meter.

Masih keterangan H Taufik sapaan akrabnya, anggaran untuk melakukan penataan total kawasan wisata Desa Mantar maupun pembenahan Lebo Taliwang butuh dana besar, namun keterbatasan anggaran harus membuatnya mengerjakan apa yang menjadi prioritas. “Kita bertahap dalam melakukan penataan, jadi dengan angka Rp 1 miliyar akan tersusun program prioritas nantinya,” ucapnya.

Pada kesempatan itu H Taufik juga membeberkan bahwa anggaran yang ada itu tidak diperuntukkan untuk pekerjaan pembangunan dan peningkatan jalan, karena item pekerjaan itu diluar kewenangan Disparekraf. Informasi yang ada bahwa untuk pekerjaan jalan telah tersedia anggarannya melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU). “Pekerjaan penataan Mantar dilakukan secara kelompok bersama pemerintahan, jadi pembagian tugas dilakukan sesuai dengan tupoksi masing-masing,” lanjutnya.

Lebih khusus disinggung pembangunan kawasan wisata Lebo, H Taufik menjelaskan bahwa kolam renang yang akan dibangun itu akan dipergunakan sebagai tempat rekreasi terbuka bagi masyarakat, hanya saja khusus untuk anak-anak. Soal pengelolaan akan diserahkan ke pihak kelompok sadar wisata, jadi pengembangan objek wisata itu akan membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat. “Objek wisata itu akan menjadi satu–satunya tempat wisata yang memiliki kolam renang terbuka, meskipun lebih khusus bagi anak-anak,” timpalnya.

Di lokasi itu juga, menurutnya,  akan tertata areal khusus pemancingan, karena memang para pencinta dunia pancing di Bumi Pariri Lema Bariri ini cukup banyak, sehingga saat melakukan penataan ulang akan dilepas bibit ikan nantinya. (kimt)

Don`t copy text!