fbpx
Sumbawanto: Wisman Masih Sungkan Datang Ke Sumbawa Barat

Sumbawanto: Wisman Masih Sungkan Datang Ke Sumbawa Barat

Taliwang, KOBAR – Sejumlah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat sampai dengan saat ini dianggap masih sepi peminat dan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Ditengarai karena infrastruktur dan sarana pendukung pariwisata masih minim tersedia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumbawa Barat, Ir IGB Sumbawanto MSi, tidak memungkiri, bahwa untuk masuk ke pangsa pasar wisatawan mancanegara, sejumlah destinasi yang ada di Sumbawa Barat masih belum siap. Hal tersebut karena faktor belum siapnya infrastruktur pendukung, semisal ketersediaan bandara, transportasi,  travel agent hingga keberadaan guide yang bersertifikat.

“Itu yang menyebabkan pariwisata kita belum dikenal secara luas. Bahkan berdasarkan hasil kunjungan kami ke sejumlah travel agent di Bali, banyak diantara mereka yang mengurungkan niatnya mendatangkan wisatawan mancanegara karena faktor belum siapnya infrastruktur itu,” ungkapnya.

Pertimbangan lain, karena belum tersedianya bandara. Apalagi travel agent itu banyak yang menangani tamu yang datang dari Asia, seperti India, Jepang dan Eropa serta waktu berkunjungnya tidak lebih dari tiga hari. Karena tidak ada bandara maka jangan harap tamu-tamu ini bisa berkunjung karena keterbatasan waktu kunjungan yang juga sangat singkat.

“Kalau saya bawa tamu saya ke KSB dengan menggunakan transportasi darat maka waktunya akan habis di jalan,” katanya, mencontohkan ucapan salah satu travel agent yang ditemui saat kunjungan kerja ke Bali.

Namun demikian, lanjutnya, travel agent tersebut menyarankan kepada pihaknya untuk bisa mengakomodir wisatawan domestik terlebih dahulu. Sembari melakukan penataan serta perbaikan terhadap infrastruktur yang ada. Apabila wisatawan dipaksakan untuk didatangkan, maka dikhawatirkan tamu-tamu ini akan kecewa.

“Kalau wisatawan berkunjung ke daerah, tetapi infrastruktur masih seperti ini, maka hal tersebut akan memberikan kesan buruk bagi daerah. Oleh karenanya, kita akan mulai melakukan penataan kepariwisataan ini mulai dari awal dengan lebih dulu melengkapi seluruh infrastruktur yang menjadi pendukungnya,” demikian Sumbawanto. (ktas)

Don`t copy text!