fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

PDAM KSB Berencana Naikkan Tarif Dasar Air Minum

Kabag APP: Masih Kita Kaji, Karena Kualitas Air Belum Standar

Taliwang, KOBAR – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) beberapa waktu lalu telah mengusulkan rencana kenaikan tarif dasar air minum. Usulan itu diajukan mengingat tarif dasar air PDAM yang diberlakukan saat ini tidak bisa menutupi biaya pemeliharaan jaringan yang tersebar hampir di seluruh wilayah. Bahkan, dari 10 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTB, tarif PDAM KSB tercatat yang paling rendah.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan Perekonomian (APP) Setda KSB, Nurdin Rahman SE, membenarkan telah menerima usulan rencana kenaikan tarif air PDAM tersebut. Ia menyatakan, alasan yang disampaikan manajemen PDAM sangat logis. Selain karena hingga sepuluh tahun ini belum pernah menaikkan tarif dasar,  beberapa tahun terakhir ini PDAM terus memperluas layanan jaringan melalui sejumlah program subsidi sehingga beban pemeliharaan semakin meningkat. Sementara pendapatan yang dihasilkan hanya cukup untuk menutupi biaya operasional dan kebutuhan lain-lainnya.

“Jika dicermati, memang sudah layak dilakukan kenaikan tarif dasar PDAM ini. Hal ini juga berdasarkan hasil audit BPKP tahun 2015 lalu, dimana PDAM KSB layak menaikan tarif sebesar Rp 4.467 per meter kubik,” timpalnya.

Harga atau tarif dasar air PDAM yang diberlakukan saat ini masih sebesar Rp 2.347 per meter kubik. Tarif itu dinilai sangat minim ditengah terus meningkatnya harga sejumlah sarana dan prasarana air bersih yang disalurkan ke masyarakat. Belum lagi karena faktor fluktuatifnya harga BBM.

Kendati demikian, berdasarkan hasil telaah staf, Pemkab kata dia, tidak bisa serta merta mengambil kebijakan menaikan tarif dasar seperti yang diusulkan manajemen PDAM. Sebelum disetujui, PDAM disarankan lebih dulu meningkatkan pelayanan dari segala aspek. Terutama meningkatkan kualitas baku mutu air, karena diperkirakan di sejumlah titik, kualitas air belum memenuhi syarat seperti yang diatur dalam Permenkes Nomor 736/MRNKES/Per/VI/2010 tentang standar kualitas baku mutu air.  Selain itu, sarana dan prasarana pendukung harus disesuaikan juga dengan kebutuhan pelayanan PDAM yang disesuaikan juga dengan intensitas dan kualitas air yang disalurkan ke pelanggan harus lancar.

“Ini agar pelayanan PDAM tetap lancar. Tidak macet seperti beberapa waktu lalu,’’ imbuhnya.

Meski belum menetapkan kenaikan tarif dasar tersebut, Pemkab tambah Nurdin, telah mewacanakan akan memberikan bantuan dana subsidi sebesar Rp 435 juta kepada pihak PDAM. Dana subsidi itu akan diberikan untuk menyelesaikan perbaikan kualitas air yang dihasilkan.

“Ini agar semuanya optimal. Jadi, langkah awal yang harus dilakukan saat ini adalah menyelesaikan perbaikan kualitas air,” cetusnya, seraya menambahkan, jika perbaikan kualitas air itu mampu diselesaikan, maka Pemkab baru dapat menyetujui kenaikan tarif dasar itu. Pemberlakukan kenaikan tarif akan diberlakukan dua jenis, yakni subsidi dan non subsidi. Pelanggan non subsidi mencakup instansi pemerintah di lingkup Pemkab Sumbawa Barat maupun instansi vertikal dan industri, serta usaha dagang besar.

“Kenaikan tarif dasar itu pemberlakuannya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Paling rendah Rp 750 dan tertinggi Rp 2.500 per meter kubik,” tandasnya. (ktas)

Don`t copy text!