Warga Taliwang Malas Urus e-KTP

Warga Taliwang Malas Urus e-KTP

Taliwang, KOBAR – Dari delapan Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, tercatat bahwa warga Kecamatan Taliwang memiliki tingkat kesadaran paling rendah dalam mengurus kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Drs Alwi, mengatakan, pihaknya belum mengetahui dengan jelas penyebab warga Kecamatan Taliwang memiliki tingkat kesadaran rendah untuk mengurus kepemilikan e-KTP. Padahal, warga dari Kecamatan lainnya begitu antusias mengurus berkas hingga pada melakukan perekaman.

“Kita sudah sampaikan kepada Camat tentang hal ini. Bahkan, kami menyarankan agar pihak Kecamatan dapat bekerjasama dengan pengurus masjid untuk menyampaikannya melalui pengeras suara. Tetapi, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum melakukan pengurusan hingga perekaman,” timpalnya.

Kendati demikian, pihaknya tidak akan berhenti apalagi sampai putus asa meminta warga untuk segera melakukan pengurusan. Kondisi itu dijadikan sebuah tantangan bagi pihaknya untuk terus bekerja sungguh-sungguh dan melayani masyarakat secara ikhlas.

“Ini juga tidak akan menjadi kendala bagi kami, apalagi sampai merusak rencana Pemkab yang telah menargetkan pengurusan hingga perekaman e-KTP ini tuntas sebelum Desember 2016 mendatang,” imbuhnya.

Diakuinya, pihaknya sudah berulang kali melakukan imbauan agar masyarakat segera mengurus e-KTP.

“Sosialisasi dari kami sudah cukuplah, sejak awal e-KTP diluncurkan kami sudah gencar mengimbau masyarakat untuk merekam datanya di kantor kecamatan,” sebutnya.

Masih banyaknya warga yang belum mengurus e-KTP tersebut  karena memang kesadaran masyarakat masih kurang untuk mematuhi administrasi kependudukan. Itu bisa dilihat adanya kecenderungan masyarakat baru mengurusnya ketika membutuhkannya saja.

“Kalau sudah butuh baru sibuk mengurus, biasanya masyarakat seperti itu,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam upaya memberikan pelayanan pembuatan e-KTP termasuk kartu keluarga (KK), dan pembuatan akte kelahiran terus dilakukan agar tetap berjalan lebih maksimal serta mengedepankan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadi.

“Jangan menunggu dan menyepelekan perekaman e-KTP. Saat ini pembuatan e-KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran masih gratis tanpa ada dipungut biaya,” tambahnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP, untuk segera datang ke Disdukcapil setempat.

“Lebih baik datang segera untuk mengurusnya sendiri tanpa melalui pihak ketiga, apabila ada hal yang kurang jelas bisa langsung ditanyakan kepada petugas kami,” katanya.

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat setempat agar jangan mudah percaya dengan pihak ketiga atau calo yang mampu mengurus segala keadministrasian penduduk dengan meminta uang lebih. Sebaiknya lakukan pengurusan sendiri tanpa melalui pihak ketiga, dan lagi untuk persyaratan pembuatan e-KTP, akte kelahiran maupun Kartu Keluarga tidak begitu sulit.

Ia juga mengungkapkan selain rendahnya tingkat kesadaran masyarakat tadi dalam pembuatan e-KTP, dikarenakan waktu yang diberikan cukup panjang sehingga menjadikan pelaksanaan perekaman e-KTP terkesan molor.

“Selama ini pihak kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat, agar proses pembuatan e-KTP ini bisa berjalan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan,” pungkasnya. (kjon)

Don`t copy text!