fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Taliwang, KOBAR – Kesadaran masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat  (KSB) dalam hal mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dianggap masih sangat rendah. Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat mencatat, bahwa persentasenya hanya 30 persen.

Kepala DPMPTSP, Drs. Hajamuddin, mengungkapkan, mayoritas masyarakat tidak memandang IMB sebagai hal penting dalam membangun. Padahal IMB berguna untuk memberikan kepastian hukum atas pembangunan suatu bangunan/gedung.

“IMB itu sangat penting dalam membangun. Jika telah mengantongi IMB maka sudah ada kepastian hukum atau status berdirinya suatu bangunan. Seperti sertifikat tanah sebagai bukti legalitas, hanya beda ruang lingkup,” terangnya.

Meski mengakui kesadaran masyarakat untuk mengurus IMB masih rendah,  namun dia berharap, persentasenya bisa sedikit demi sedikit ditingkatkan. Salah-satunya dengan upaya menggencarkan penyadaran masyarakat langsung ke tataran bawah.

“Memang kondisinya seperti itu. Masih perlu diedukasi dan disosialisasikan terus. Sesuatu tidak mungkin langsung menjadi besar,” timpalnya.

Dia mengungkapkan, jika dibandingkan dengan kota/kabupaten lain, angka 30 persen sebenarnya tidak terlalu buruk. Pasalnya, daerah-daerah lain pun tak kalah minim dalam hal persentase pengurusan IMB. Namun, bagaimana pun IMB merupakan kewajiban yang harus dipenuhi para pemilik bangunan.

“Dengan IMB, penataan dan pengendalian kawasan suatu wilayah bisa dilakukan dengan lebih mudah. Ini juga agar pemerintah bisa dengan mudah meninjau apakah sebuah bangunan telah memenuhi syarat dalam hal penataan kawasan maupun aturan-aturan lainnya. Salah satu contohnya adalah kesesuaian jarak bangunan dengan ruas jalan maupun aliran sungai,” terangnya.

Untuk meningkatkan persentase kepemilikan IMB itu, Hajam menyebut sudah dilakukan koordinasi dengan seluruh kecamatan untuk selanjutnya berharap membuat jejaring koordinasi ke level desa.

“Dengan demikian, proses mengajak masyarkat untuk mengurus IMB bisa lebih mudah dan merata sampai ke tataran paling bawah,” demikian Hajam. (ktas)

Don`t copy text!