ARPUSDA Keluhkan SKPD Yang Malas Ngarsip

ARPUSDA Keluhkan SKPD Yang Malas Ngarsip

Taliwang, KOBAR – Kesadaran sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk melakukan pengarsipan, sejauh ini dianggap masih rendah. Bahkan diketahui, hanya ada beberapa SKPD saja yang telah menyerahkan arsip miliknya ke Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (ARPUSDA) Sumbawa Barat.

Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (ARPUSDA) Sumbawa Barat melalui Tenaga Arsiparis,  Yuyun Darmi SE, menyatakan, sejauh ini, arsip yang diserahkan dari dinas yang ada masih belum maksimal.

“Masih banyak yang belum. Padahal itu penting untuk menjaga keamanannya,” katanya

Disebutkannya, Dinas atau instansi yang sudah menyerahkan Arsipnya adalah, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BK-Diklat), Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) dan Sekretariat Dewan (Setwan).

“Itupun hanya beberapa saja. Kalau BK-Diklat baru menyerahkan Arsip Diklat, informasi, dan mutasi. Sedangkan BPMPD hanya menyerahkan Arsip pemerintahan desa,  sementara Setwan  baru sebatas menyerahkan Arsip risalah sidang saja,” bebernya.

Disebutkannya, Instansi yang telah menyerahkan seluruh arsipnya adalah Inspektorat. Instansi ini memiliki Arsip yang cukup banyak, mulai dari Arsip pengawasan dan penanganan aparatur.

Dalam membangun kesadaran untuk melakukan pengarsipan, pihaknya, tambah Yuyun, telah  melakukan berbagai macam cara. Salah satunya melakukan  bimbingan kepada pengelola arsip yang ada di SKPD. Hanya saja kesadaran untuk melakukan pengarsipan secara menyeluruh di setiap SKPD masih sangat jauh dari harapan. Sementara, menurut aturan yang ada, untuk mengakuisisi pengarsipan baru bisa dilakukan sepuluh tahun sekali.

“Tetapi kalau memang dari SKPD punya inisiatif untuk menyerahkan pengelolaannya kepada Arpusda. Maka pihaknya akan menerima dengan senang hati,” timpalnya.

Disinggung mengenai kerahasiaan terhadap arsip tersebut, ia menjamin akan tetap terjaga. Dalam pengelolaanyapun  pihaknya berpegang teguh kepada aturan yang ada.

“Kita juga punya batasan-batasan. Tidak sembarang diberikan,” sebutnya.

Untuk itu pihaknya sangat berharap kepada SKPD untuk bisa menyerahkan arsipnya. Sehingga nantinya apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir.

“Mudah-mudahan para SKPD bisa lebih menyadari tentang pentingnya penyerahan arsip ini.  Terutama Arsip yang bernilai statis atau historis. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir,” pungkasnya. (ktas)

Don`t copy text!