Sejumlah Investor di KSB Keluhkan Kesulitan Energi Listrik

Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 30 Jul 2016

Sejumlah Investor di KSB Keluhkan Kesulitan Energi Listrik


Sejumlah Investor di KSB Keluhkan Kesulitan Energi Listrik Perbesar

“PLTU Kertasari Terganjal Izin Dermaga”

Taliwang, KOBAR – Masalah terbatasnya pasokan listrik di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah menjadi hambatan berarti bagi laju pertumbuhan investasi di daerah ini. Hal ini terungkap saat para investor yang menanamkan modalnya di Bumi Pariri Lema Bariri ini menyampaikan keluh kesahnya, dalam rapat evaluasi investasi bersama Pemerintah KSB, yang berlangsung di ruang sidang II kantor Setda, Rabu (27/7).

Manager PT Uniserv, Yoyok Sukaryo, mengaku bahwa berinvestasi di Sumbawa Barat cukup menjanjikan, namun yang menjadi kendala adalah terbatasnya pasokan listrik. Perusahaannya yang memproduksi batu kapur dengan kapasitas 400 ton per hari membutuhkan pasokan listrik yang cukup besar.

“Sebagai investor, yang berat kami hadapi adalah kurangnya pasokan listrik. Bayangkan, dengan jumlah produksi sebesar itu, kami harus memakai genset. Ini tentu berimbas tehadap biaya produksi yang semakin tinggi,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut memang harus dipikirkan oleh pemerintah daerah jika ingin iklim investasinya berkembang dengan baik. Jika tidak, para pelaku usaha akan kesulitan karena harus mengeluarkan dana yang lebih besar. Karena listrik merupakan faktor pendukung utama dalam dunia usaha.

“Jadi, kami sangat mengharapkan pasokan listrik dalam jumlah besar untuk dapat membantu operasional perusahaan berjalan normal,” cetus Yoyok.

Hal yang sama disampaikan juga Humas PT Bumi Harapan Jaya (PTBHJ), Iman Susila SH. Baginya, pasokan listrik dalam jumlah besar sangat di butuhkan untuk meningkatkan produksi perusahaan. Apalagi,  perusahaan memiliki master plan mengembangkan sayap usahanya dengan akan membuka beberapa blok  tambak udang dalam waktu dekat ini.

“Ini akan berjalan sesuai rencana jika listrik mampu dipenuhi,” katanya.

Iman berharap pemerintah daerah segera mengatasi persoalan pasokan listrik terebut. Jika tidak, maka sangat berpengaruh bagi perusahaan untuk memikirkan ulang rencana menambah kapasitas kerjanya.

Salah satu solusi yang ditawarkannya, adalah mendorong percepatan pembangunan  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang.

“Selama ini, kita menunggu realisasi dan rampungnya pembangunan PLTU itu. Namun, karena belum adanya kepastian yang jelas, kita juga harus menyiapkan langkah lain,” bebernya.

Sementara itu, Supervisor PLTU Sumbawa Barat, Hari Budiarto, mengatakan, progres pembangunan PLTU khususnya Contruction dan Engeneering hingga saat ini sudah mencapai 73 persen. Meski demikian, ia mengaku pesimis pembangunannya tidak akan rampung hingga tahun 2017 mendatang karena izin pembangunan dermaga (Jetty) belum diterbitkan Pemerintah Daerah.

“Kita pesimis, padahal pembanguan PLTU harus didukung dengan keberadaan dermaga untuk kelancaran distribusi batu bara sebagai bahan bakar produksi energi listrik,” bebernya.

Ia tidak memungkiri jika pihaknya telah diberikan masukan oleh Pemerintah Daerah untuk memanfaatkan dermaga Labuan Lalar, Desa Labuan Lalar, Kecamatan Taliwang. Namun, karena faktor jarak yang cukup jauh dari lokasi PLTU, pemanfaatan dermaga itu dianggap tidak efisien dan akan menyebabkan pembengkakan biaya operasional.

“Jika izin dari pemerintah daerah untuk pembangunan dermaga tetap tidak diberikan, kami terpaksa memanfaatkan dermaga terdekat milik PT Bumi Pasir Mandiri (PTBPM) yang ada di Desa Kertasari Kecamatan Taliwang,” tandasnya.

Untuk diketahui, bahwa PLTU Kertasari sebenarnya telah memastikan diri membangun sekaligus 2 unit pembangkit listrik tenaga uap dengan total kekuatan sebesar 2 x 27 mega watt (MW). Jika izin dari pemerintah daerah untuk pembangunan dermaga itu diberikan, pengerjaannya ditargetkan tuntas pada April 2017 mendatang. (ktas/kjon)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 48
    Petani Dihantui Gagal Tanam Akibat Cuaca Tak MenentuSulaiman: Jangan Melulu Kunjungan Sana Sini, Kita Malah Diabaikan Taliwang, KOBAR - Musim tanam di penghujung tahun 2015 hingga permulaan tahun 2016 ini menjadi momen terberat bagi petani. Bagaimana tidak, fluktuasi cuaca menyebabkan intensitas hujan di Bumi Pariri Lema Bariri semakin jarang terjadi. Hal ini menyebabkan petani di sejumlah wilayah terancam…
  • 46
    Pilkades Serentak di KSB Terancam GagalTaliwang, KOBAR - Kendati Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 16 Desa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah ditetapkan Oktober 2016 mendatang, namun evaluasi Peraturan Daerah (Perda) Pilkades yang mengatur tentang pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian kepala desa hingga kini belum dituntaskan Biro Hukum Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB). Imbasnya, pelaksanaan Pilkades…
  • 46
    Hemat Listrik, PJU KTC Akan DirombakTaliwang, KOBAR - Upaya pemerintah dalam merealisasikan penghematan listrik di lingkup pemerintahan Kabupaten Sumbawa Barat nampaknya bukan wacana semata. Ini dibuktikan dengan telah mulai dilakukannya rencana penggantian lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan jenis lampu hemat daya listrik di kawasan Kemutar Telu Center (KTC). Plt Sekretaris Badan (Sekban) Badan Lingkungan Hidup…
  • 45
    Dermaga Labuan Lalar Bakal Jadi Jalur Tol Laut NasionalBupati: Jika Terwujud, Harga Barang Akan Murah Taliwang, KOBAR - Gagasan tol laut adalah upaya untuk mewujudkan Nawacita pertama yakni memperkuat jati diri sebagai negara maritim dan Nawacita ketiga, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Selain itu tol laut juga menjadi penegasan, bahwa negara…
  • 44
    Progress Report Bakal Moment DeklarasiTaliwang, KOBAR - Momentum progress report bakal kembali dimanfaatkan oleh kandidat calon Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mendeglarasikan diri. Kesempatan progress report tahun sebelumnya pernah dimanfaatkan wakil Bupati KSB, Drs H Mala Rahman untuk menyampaikan kesiapan berlaga pada pesta demokrasi yang akan dihelat pada tahun 2015 mendatang. Indikasi pemanfaatan momentum…
  • 44
    PETI Seluruh KSB Segera DitertibkanTaliwang, KOBAR - Maraknya Penambangan Tanpa Izin (PETI) kurun waktu terakhir ini, membuat Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kelabakan dan dipaksa untuk putar otak. Maklum dampak lingkungan yang ditimbulkan PETI sangat meresahkan dan berimbas panjang. Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, belum lama ini, menyampaikan, bahwa dirinya baru…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H

1 Februari 2024 - 18:43

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H - Haedar Nashir - Ketua Umum PP Muhammadiyah

PT Trakindo Utama Buka Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan SMK

12 Januari 2024 - 15:30

PT Trakindo Utama Buka Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan SMK - Loker Trakindo

PT Freeport Indonesia Buka 38 Lowongan Kerja Terbaru Untuk Fresh Graduate

8 Oktober 2023 - 18:01

PT Freeport Indonesia Buka 38 Lowongan Kerja Terbaru Untuk Fresh Graduate - Tambang Emas Freeport Indonesia

Seleksi Calon ASN 2023 Segera Dibuka, Kuota PPPK Lebih Banyak Dibanding CPNS

12 Agustus 2023 - 20:27

Seleksi Calon ASN 2023 Segera Dibuka, Kuota PPPK Lebih Banyak Dibanding CPNS - Seleksi PPPK 2023 - CASN 2023

3.113 Orang Jemaah Haji NTB Telah Tiba di Kampung Halaman

30 Juli 2023 - 22:03

3.113 Orang Jemaah Haji NTB Telah Tiba di Kampung Halaman - Jamaah Haji Sumbawa - Bandara Internasional Lombok - Embarkasi Lombok

PT Adaro Energy Indonesia Buka 55 Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan Sarjana

9 Juli 2023 - 20:07

PT Adaro Energy Indonesia Buka 55 Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan Sarjana - Lowongan Kerja Terbaru PT Adaro Energy Indonesia
Trending di LOWONGAN KERJA
Don`t copy text!