fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Selamatkan Anak Sekolah Dari Makanan Berbahaya!

“Dikes Patroli Ke Seluruh Sekolah di KSB”

Taliwang, KOBAR – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa Barat, meluncurkan program khusus antisipasi bahaya pangan untuk generasi muda. Program yang diberi label Selamatkan Anak Sekolah (SAS) ini digagas khusus menangani dampak bahan tambahan pangan (BTP), bahaya rokok, Narkoba, minuman keras dan komponen logam berat (B3). 

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat, dr H Saifuddin.

“Ya, program ini fokus pada 5 item paling beresiko bagi anak sekolah. Fokus kami untuk tahun ini masih sama dengan tahun 2015 lalu yaitu, sosialisasi bahayanya BTP bagi generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Dasar pelaksanaan program yang telah dicanangkan sejak 2012 ini adalah berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 30 tahun 2012. Pelaksanaan program yang juga bekerjasama dengan BPOM Provinsi ini mengusung target pengamanan jajanan anak sekolah, dengan spesifik nama program di Sumbawa Barat adalah SAS.

“Inovasi nama SAS adalah inisiatif dari kami dengan target utama pengamanan jajanan sekolah,” terangnya.

Setidaknya ada 5 agenda yang menjadi misi penting dalam menunjang kegiatan ini yaitu, pemeriksaan makanan, stikerisasi, pengawasan konsumsi makanan, penyuluhan keamanan pangan dan manajemen SAS.

“Muara dari seluruh agenda ini adalah untuk memastikan jajanan sekolah bebas dari borak, formalin, rodamin B, dan metanil yellow. Semua bahan ini sangat berbahaya jika termakan,” jelasnya.

Barometer keberhasilan program nantinya akan diukur berdasarkan peningkatan pedagang yang terstiker oleh tim khusus Dikes. Stiker ini adalah bentuk reward untuk pedagang yang jujur. Jika melanggar pihaknya akan mencabut stiker yang telah terpasang.

“Kontrol pedagang nantinya menggunakan stiker, dan penertiban pedagang yang melanggar dilakukan pencabutan stiker hingga berakibat pada penurunan pembelian,” jelasnya.

Ditanya mengenai bagaimana pengembangan program ini untuk tahun 2016? Saifuddin menimpali dengan akan meningkatkan pada optimalisasi keberhasilan program. Sosialisasi kawasan Tanpa Rokok (KTR) juga menjadi sasaran pihaknya guna mengoptimalkan kesehatan masyarakat khususnya anak sekolah.

“Tahun ini kami akan berupaya memaksimalkan sosialisasi KTR. Namun kami juga membutuhkan adanya payung hukum yang jelas untuk mendukung realisasi KTR ini. Bahkan pengajuan Raperda tentang KTR ini telah kami sampaikan dengan mengajukan draft akademis dan hukumnya,” tandas  dr H Saifuddin. (krom)

Don`t copy text!