fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

BNPB Beri Rp 202 Juta Untuk Droping Air Bersih di KSB

Taliwang, KOBAR – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendapat bantuan sebesar Rp 202 juta dari Dana Siap Pakai (DSP) milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana itu dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Beberapa lokasi yang kesulitan air bersih sudah mendapatkan droping dengan menggunakan mobil tangki.

Droping itu sendiri bukan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB, tetapi langsung oleh BPBD Provinsi selaku penanggung jawab program. “Kami hanya melakukan pendataan tentang lokasi yang membutuhkan droping air bersih, termasuk melakukan pengawasan dan pengawalan, agar saat dilakukan droping tidak sampai masyarakat berebutan, yang akan memunculkan konflik atau perselisihan di tengah masyarakat itu sendiri,” ucap kepala pelaksana (Kalak) BPBD KSB, Drs Tahlib Abdullah, kepada media ini kemarin.

Disampaikan Aby, sapaan akrabnya, droping air bersih itu sendiri akan berlangsung selama 45 hari atau akan berakhir pada 15 November mendatang dengan jumlah 675 tangki. Jumlah itu diyakini cukup, jika dalam waktu dekat hujan sudah mulai mengguyur daerah ini. “Kalau tidak ada hujan, maka harus dipikirkan lagi keberlanjutan dalam melakukan pendistribusian air bersih,” tuturnya.

Daerah yang menjadi tujuan adalah, kecamatan Poto Tano, dengan rincian, Desa Tano sebanyak empat tangki, Desa Tambak Sari sebanyak tiga tangki dan Dusun Sepakek hanya satu tangki. Sementara untuk kecamatan Seteluk, Desa Air Suning disiapkan dua tangki, sedangkan Desa Meraran dan Desa Lamusung mendapat masing-masing satu tangki, kemudian Desa Batu Putih kecamatan Taliwang mendapat jatah dua tangki.

Disinggung soal persiapan penambahan kouta air bersih, Aby enggan berkomentar banyak, karena dalam Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) milik BPBD KSB, tidak tertuang dana yang diperuntukkan untuk melakukan pendistribusian air bersih. “Nanti kita bahas apa metode atau konsep yang akan dilakukan, jika kouta yang ada saat ini belum mengakhiri kesulitan air bersih pada beberapa lokasi itu,” jelasnya.

Aby tidak membantah jika saat ini, dirinya masih mendapat laporan dari beberapa Desa, dimana juga meminta agar diperhatikan atau didroping air bersih, namun jumlah anggaran yang dimiliki tidak bisa memenuhi permintaan itu. “Kami sekarang sedang berupaya untuk mendapat tambahan anggaran, sehingga saya belum bisa memberikan kepastian bahwa permintaan dari masyarakat itu dapat direspon,” tandasnya. (kimt)

Don`t copy text!