fbpx
06/06/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Pemerintah Harus Serius Antisipasi Kekeringan

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diminta untuk lebih serius dalam mengantisipasi dampak kekeringan yang sudah mulai dirasakan saat ini, terutama yang akan dirasakan oleh masyarakat petani, baik yang sudah menanam maupun yang akan menanam.

Tekhnis langkah yang dilakukan harus melalui kajian dan analisa lingkungan, karena berbeda penanganan kasus kekeringan di berbagai daerah dalam kawasan Bumi Pariri Lema Bariri. “Saya berharap tahapan dalam mengantisipasi dampak kekeringan bukan sekedar komitmen belaka, tetapi harus dalam bentuk realisasi program dan proses lapangan,” timpal anggota DPRD KSB, Agusfian kepada media ini rabu 24/9 kemarin.

Diingatkan Agung sapaan akrab politisi dari Partai Bulan Bintang (PBB) itu, saat ini cukup banyak petani di kecamatan Brang Rea yang sudah menanam, termasuk tanaman yang membutuhkan air, jadi dibutuhkan pengawasan serius pemerintah melalui dinas tekhnis, sehingga petani tidak merasakan gagal panen nantinya. “Pengawasan serius yang dibutuhkan saat ini, bukan sekedar terima laporan dan informasi,” timpal Agung.

Baca Juga :  Sungai di KSB Positif Tercemar Merkuri

Konsep penanganan kekeringan bukan hanya melarang petani untuk menanam tanaman yang membutuhkan air cukup banyak, namun pemerintah juga harus memiliki solusi dalam menjaga perekonomian masyarakat petani yang dilarang untuk melakukan aktifitas tanam, lantaran kondisi cuaca yang sudah mulai ekstrim dengan kekeringan.

“Memang langkah pemerintah untuk mengantisipasi gagal tanam dan gagal panen dengan cara melarang melakukan aktifitas tanam, terutama tanaman yang membutuhkan air, namun bagaimana dengan daerah yang cukup ekstrim debit airnya, apakah mereka hanya bisa pasrah menunggu kondisi alam, sementara mereka membutuhkan pendapatan untuk keberlanjutan hidup bersama keluarga masing-masing,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kemendes PDTT Janjikan Infrastruktur Untuk Wilayah Terisolir di KSB

Agung juga mengaku sangat siap untuk diajak terlibat langsung oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam upaya berkontribusi dan mengantisipasi dampak kekeringan kepada petani, bahkan siap untuk melakukan berbagai upaya, meskipun harus mengedepankan kapasitasnya. “Saya sekarang anggota dewan, jadi harus siap bekerja dan meluangkan waktu untuk masyarakat, termasuk apa yang menjadi harapan para petani,” janji Agung.

Pada kesempatan itu Agung mengaku cukup apresiatif dengan langkah yang dilakukan pemerintah KSB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan melakukan droping air bersih untuk kawasan yang kesulitan mendapatkan air bersih. “Konsep tanggap dengan keadaan masyarakat harus kita tingkatkan, agar masyarakat bisa merasakan konsep kepedulian pemerintah,” timpal Agung. (kimt)

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar