fbpx
Soal Kekeringan, Komisi II akan Panggil SKPD Tekhnis

Soal Kekeringan, Komisi II akan Panggil SKPD Tekhnis

Taliwang, KOBAR – Kekeringan yang sudah mulai melanda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi perhatian serius komisi II DPRD KSB, bahkan pada hari pertama kerja setelah ditetapkan komposisi langsung menggelar rapat internal, termasuk membahas langkah yang harus dilakukan dalam mengantisipasi kekeringan.

Ketua komisi II, Aheruddin Sidik SE, ME yang dikonfirmasi mengaku, kondisi ekstrem kekeringan harus ditindak lanjuti secara serius, sehingga komisi II menetapkan pembahasan mengenai kekeringan sebagai pekerjaan prioritas. “Hari ini kami rapat internal untuk membahas program kerja dan yang pasti masalah kekeringan akan menjadi topik penting dibicarakan,” ucap Aher sapaan akrab politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu.

Aher juga mengakui jika sudah ada beberapa laporan masyarakat yang diterima soal kondisi ekstrem tersebut, termasuk adanya keluhan soal kesulitan mendapatkan air bersih pada beberapa wilayah, terutama pada kawasan pesisir.

“Saya akan meminta persetujuan teman-teman dalam komisi II untuk membahas lebih awal soal kekeringan dengan cara memanggil sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar bisa mendapatkan laporan awal, apa dampak yang telah dirasakan masyarakat petani maupun masyarakat pesisir, termasuk untuk mendapatkan data dampak yang terjadi,” lanjut Aher.

Diingatkan Aher, kekeringan ini bakal membawa petaka tersendiri bagi petani, jadi sebelum mereka (petani, red) merasakan dampak, maka pemerintah harus memiliki strategi yang tepat, juga untuk mengantisipasi bagi petani yang terlanjur menanam. “Kita semua tahu ada petani yang sudah menanam, jadi harus dikawal agar tidak terjadi gagal tanam maupun gagal panen nantinya,” timpal Aher.

Menyinggung soal intervensi kebutuhan air bersih, Aher juga meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengkaji lebih detail bentuk bantuan yang bisa diberikan kepada masyarakat, karena keterlambatan membantu atas kebutuhan air bersih akan berdampak besar bagi daerah. “Jangan sampai masyarakat teriak meminta dukungan air bersih baru bisa didroping,” pinta Aher.

Pada kesempatan itu Aher dengan lantang mengatakan, paling telat minggu depan sudah ada langkah yang dilakukan komisi II, baik membantu petani yang merasakan langsung kekeringan, maupun kawasan yang kesulitan mendapatkan air bersih. (kimt)

Don`t copy text!