fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Kekeringan, 150 Hektar Lahan Pertanian Tidak Digarap

Poto Tano, KOBAR – Ratusan hektar areal pertanian masyarakat di Desa Tebo kecamatan Poto Tano saat ini masih dibiarkan terlantar, lantaran kesulitan untuk mendapat air, sementara sumur bor yang dibangun pemerintah saat ini tidak berfungsi dengan baik.

“Sawah di sini hanya bisa diolah sekali setahun. Karena seluruhnya merupakan tadah hujan. Bahkan pernah dalam setahun tidak pernah tanam,” jelas kepala desa (Kades) Tebo, Mustakim SAp kemarin.

Mustakim menjelaskan, untuk mengatasi persoalan itu pemerintah desa setempat beberapa kali mencoba melakukan komunikasi dengan pemda KSB. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. “Berapa kali saya sampaikan ke Kabupaten terkait persoalan ini. Tapi tidak ada respons juga dari sana. Ini yang kami sesalkan,” keluhnya.

Dua sumur bor yang dibangun didesa yang memekarkan diri pada 2009 lalu itu ternyata bantuan Pemrov NTB. Alasan inilah yang membuat pemda KSB tidak bisa melakukan apa-apa. “Sumur bor itu dimanfaatkan untuk untuk konsumsi air bersih dan pertanian. Tapi sejak dibangun sampai saat ini belum pernah dioperasikan,” akunya.

Sempat dicoba, namun daya angkat air tidak bisa memenuhi seluruh bak penampungan air bersih yang dibangun. Padahal kedalaman pengeboran tersebut mencapai 70 sampai 80 meter. “Pernah kita sedot tapi airnya tidak sampai setinggi lutut. Sementara kalau mau dialirkan ke masyarakat, bak penampungan itu harus penuh,” paparnya.

Selain lahan pertanian yang tidak bisa digarap, Mustakim mengakui 219 kepala keluarga (KK) di desa yang dipimpinnya mengalami krisis air bersih, sejumlah sumur milik masyarakat setempat mengering. “Untuk mengatasi kekurangan air ini kami terpaksa mengambil air di sumber air dekat masjid, lokasinya sekitar ratusan meter dari perkampungan. Tapi kalau untuk masak dan minum, beberapa sumur milik warga terpaksa kita berdayakan untuk memenuhi kebutuhan 219 KK ini,” tambahnya. (kmit)

Don`t copy text!