fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Pengelolaan Bandara KSB Ditawar Cessna Aircraft Company

“Potensi KSB Pun Akan Diexplore”

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus membangun komunikasi dengan beberapa perusahaan yang menggeluti bidang transportasi udara, karena sangat berambisi Bandara KSB yang berada di Kecamatan Sekongkang itu bisa segera dioperasikan atau bisa mulai melayani penerbangan umum.

Komunikasi intens yang kembali terbangun saat ini dengan PT Alfa dan Cessna Aircraft Company (CAC), bahkan perusahaan itu berencana melakukan uji coba landasan dengan menggunakan pesawat yang bakal dipergunakan dalam operasional nantinya. “Memang sudah ada kesepakatan jadwal uji coba landasan,” ucap Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPMPPT), Drs Hajamuddin MM, kepada media ini kemarin.

Masih keterangan Hajamuddin, jadwal uji coba itu sendiri direncanakan pada Selasa 7/7 mendatang, sehingga pihaknya bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tekhnis sedang mempersiapkan sarana pendukung, termasuk melakukan perampungan pekerjaan yang belum selesai. “Secara umum Bandara itu sudah siap, tinggal finishing beberapa hal kecil sebagai pelengkapnya,” terangnya.

Pada kesempatan itu Hajamuddin tidak memberikan kepastian bahwa perusahaan yang akan melakukan uji coba Bandara adalah yang diberikan rekomendasi atau keputusan untuk mengelola Bandara, karena masih ada proses pembahasan lanjutan. “Setelah uji coba landasan atau pada malam harinya, Bupati KSB akan menggelar pertemuan dengan pihak perusahaan dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait, termasuk managemen PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT),” lanjutnya.

Hajamuddin juga membeberkan, pada hari berikutnya atau pada Rabu 8/7, rombongan dari perusahaan calon pengelola Bandara KSB akan melakukan penerbangan lokal atau penerbangan keliling KSB dan Kabupaten Sumbawa (KS). Hal itu dilakukan untuk mengecek lebih detail tentang potensi daerah yang bisa dikembangkan. “Perusahaan bukan hanya akan menjadi calon pengelola Bandara, tetapi juga akan menjadi bagian dari pihak yang bakal mengembangkan potensi sumber daya alam maupun pariwisata,” bebernya.

Hajamuddin sangat berharap bahwa perusahaan yang akan melakukan uji coba landasan itu adalah yang akan mengoperasikan Bandara KSB, agar bisa menjadi kado perpisahan kepada Bupati KSB yang bakal berakhir masa tugas Agustus 2015 mendatang. “Kami memang terus berupaya untuk segera mendapatkan perusahaan mitra pemerintah sebagai pengelola Bandara, tetapi juga tidak ingin salah dalam menentukan keputusan penetapan perusahaan mitra,” timpalnya.

Hajamuddin tidak menyinggung soal kelanjutan pembicaraan dengan PT Perkasa Mandiri Abadi (PMA), perusahaan yang lebih awal menyampaikan kesiapan untuk mengoperasikan Bandara KSB, meskipun perusahaan itu sendiri bukan sebagai pemilik pesawat, tetapi hanya akan mengoperasikan, sehingga mengajukan opsi kepada pemerintah KSB, bahwa pemerintah KSB yang memiliki pesawat, sementara pengelolaan serta operasional secara menyeluruh, termasuk pilot menjadi tanggung jawab PT PMA atau KSB menggandeng perusahaan penyedia pesawat yang akan dipergunakan dalam rangka operasional Bandara, sementara PT PMA hanya akan menjadi penanggung jawab operasional apapun.

Hajamuddin mengakui bahwa semua perusahaan memiliki peluang untuk menjadi mitra pemerintah KSB, karena memiliki penawaran yang berbeda, seperti dengan Susi Air, pemerintah KSB harus menyiapkan anggaran kisaran Rp 4 miliar sebagai dana subsidi, lantaran route yang ditetapkan dari Bima-Sekongkang, sementara pihak Travira Air meminta waktu untuk melakukan analisa presentasi yang pernah disampaikan. “Sampai saat ini belum ada yang mengerucut atau sampai pada penetapan perusahaan yang menjadi mitra pengelolaan Bandara,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Hajamuddin meminta dukungan semua pihak, agar dalam waktu tidak terlalu lama, Bandara yang akan menjadi sarana transportasi udara kebanggaan masyarakat KSB itu bisa segera beroperasi.

Informasi yang dihimpun media ini, di Bandara yang berada di Sekongkang itu sedang dalam proses perbaikan sejumlah fasilitas pendukung, karena ada laporan bahwa areal landasan pacu masih ada binatang yang bisa masuk, sehingga harus dilakukan penataan kembali, termasuk persiapan lain yang menunjang operasional. (kimt)

Don`t copy text!