fbpx
DPC Hanura Tunggu PO Partai

DPC Hanura Tunggu PO Partai

Taliwang, KOBAR – Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani (DPC Hanura) yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum melaksanakan tahapan penjaringan bakal calon Bupati, meskipun pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) akan berlangsung pada Juni 2015 mendatang, lantaran masih menunggu Peraturan Organisasi (PO) partai yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Ketua DPC Hanura KSB, Syafruddin Deni SE yang dikonfirmasi melalui selularnya selasa 14/10 kemarin mengatakan, PO partai adalah petunjuk tekhnis yang dijadikan acuan dalam melaksanakan tahapan sampai pada penetapan calon Bupati yang akan diusung nantinya, jadi sebelum ada PO partai, tidak ada langkah yang dilakukan.

Deni sapaan akrabnya juga mengatakan, jika DPC Hanura KSB sudah didatangi oleh bakal orang nomor wahid di Bumi Pariri Lema Bariri ini, tetapi pertemuan itu sendiri tidak bisa langsung menetapkan dukungan, apalagi tahapan yang harus dilalui cukup panjang. “Selama PO partai yang dikeluarkan DPP belum diterima, maka tidak ada keputusan yang bisa dilakukan, termasuk tahapan yang dilalui,” ucap Deni.

Deni mengakui jika setelah menerima PO partai, tahapan awal yang akan dilakukan adalah membentuk tim penjaringan calon Bupati. Tim bentukan itu akan menerima aspirasi dari kader dan simpatisan, baik dalam bentuk mengusulkan nama calon maupun kritikan terhadap bakal calon yang hendak menggunakan Hanura sebagai kendaraan politik. “Yang pasti setelah menerima PO, DPC Hanura akan menindaklanjuti dengan pembentukan tim khusus penjaringan bakal calon Bupati,” lanjut Deni.

Masih keterangan Deni, PO atau aturan tekhnis partai itu sendiri akan memuat tahapan, termasuk syarat dalam menetapkan calon, hanya saja kriteria yang bakal tercantum masih bersifat umum, sehingga DPC Hanura KSB nantinya akan membuat syarat tambahan internal dengan melihat kondisi daerah. “PO adalah aturan utamanya, tetapi kondisi ril daerah juga akan menjadi pertimbangan, jadi ada syarat khusus yang akan diberlakukan partai nantinya. Syarat khusus itu sendiri harus tetap dilalui,” timpal Deni.

Meskipun belum ada tahapan yang dilakukan, Deni tidak membantah jika dirinya sudah membangun komunikasi politik dengan beberapa parpol, apalagi Hanura sendiri belum memenuhi syarat untuk mengajukan sendiri bakal calon. “Kami akan terlibat aktif dalam suksesi mendatang, sehingga persiapan sudah dilakukan, baik itu pembicaraan tekhnis pelaksanaan, rancangan dan rencana koalisi, termasuk sudah sampai pada pembahasan soal figur yang memiliki elektabilitas dan berpeluang untuk didukung nantinya,” terang Deni.

Hal penting juga disampaikan Deni, saat ini masih harus menunggu apa bentuk pelaksanaan Pemilukada mendatang, apakah tetap melalui DPRD atau mengacu pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu). “Belum ada sinyal akhir dari model pelaksanaan Pemilukada juga yang menjadi penghambat proses, jadi saat ini kita belum terlalu mengerucut untuk tekhnis,” ungkapnya. (kimt)

Don`t copy text!