fbpx
28/09/2020

PORTAL BERITA KOBAR

www.kobarksb.com

Perusahaan Diminta Bayar THR 14 Hari Sebelum Lebaran

“Perusahaan Yang Lalai Akan Ditindak Tegas”

Taliwang, KOBAR – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan segera menyurati seluruh perusahaan yang ada di Bumi Pariri Lema Bariri, meminta agar segera membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para karyawannya.

Kabid Pengawas Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan (Hiwas) Disosnakertrans KSB, Drs. Zainuddin, mengatakan, surat resmi terkait kebijakan baru untuk pembayaran THR 14 hari sebelum hari lebaran belum diterima pihaknya. Namun demikian, ia sendiri sudah mendengar langsung kebijakan tersebut dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Hanif Dakhiri, beberapa waktu lalu.

“Kita memang sedang tunggu surat resminya. Tapi kalau pun tidak ada, kami akan tetap menyurati perusahaan untuk membayarkan THR karyawan mulai 14 hari (dua minggu) sebelum hari lebaran,” papar Zainuddin saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

Baca Juga :  Kemungkinan, Dalam Waktu Dekat Mutasi akan Digelar

Dijelaskannya, pemberian waktu lebih panjang untuk pembayaran THR bukan dalam rangka menyulitkan perusahaan. Sebaliknya durasi waktu yang lebih lama itu memberikan keleluasaan bagi perusahaan dan di sisi lain memudahkan pemerintah dalam melakukan pengawasan. “Kalau dulu hanya seminggu kan terlalu mepet waktunya. Nah sekarang dua minggu, jadi perusahaan bisa bersiap-siap dan kita pemerintah juga punya kesempatan kalau ada perusahaan yang ternyata belum bayar THR karyawannya untuk diselesaikan sebelum lebaran,” timpalnya.

Ia berharap dengan diberikannya waktu lebih panjang, pembayaran THR oleh perusahaan dapat tuntas sebelum hari lebaran tiba. Sebab pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, selalu saja ada perusahaan yang tidak bisa membayarkan kewajibannya tersebut tepat waktu. “Contoh saja tahun lalu ada PT Grama Bazita Electric (GBE). Kan kita urus sampai setelah lebaran juga, mereka tidak kunjung bayar THR karyawannya. Nah mudah-mudahan tahun ini tidak ada lagi karena waktunya lebih sudah diberikan lebih lama,” harapnya.

Baca Juga :  Pencairan Dana Desa Dicicil

Bagi perusahaan yang tidak membayarkan THR karyawannya tepat waktu, Zainuddin mengungkapkan, pihaknya selalu menerapkan sanksi tegas. Salah satu sanksi yang selama ini pihaknya jalankan yakni tidak memberikan perpanjangan izin operasi. Selain itu juga, perusahaan-perusahaan tersebut direkomendasikan untuk tidak diberikan kontrak pekerjaan.

“Grama Bazita dan Benete Service mereka sudah mau habis izinnya tapi mereka tidak berani mengajukan perpanjangan ke kami. Karena mereka tahu kami tidak akan berikan. Ini sebagai sanksi bagi mereka yang melanggar ketentuan kewajiban perusahaan kepada karyawannya. Dan Newmont juga sudah kita rekomendasi agar tidak memberikan kontrak kerja baru bagi perusahaan itu,” tandas pria yang akrab disapa Ude ini. (kimt)

Baca Juga :  Kepala Bappeda KSB Akui SKPD Belum Miliki Renstra

KOMENTAR

Komentar

Don`t copy text!